Warga Maluku di Yogyakarta Rayakan Natal Lintas Agama, Semangat Pela Gandong Menguat

IMG 20260111 WA0002
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Warga Maluku di Yogyakarta Rayakan Natal Lintas Agama, Semangat Pela Gandong Menguat

Yogyakarta — Warga Maluku yang menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar perayaan Natal lintas agama pada Sabtu (10/1/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Indocharis, Yogyakarta, ini menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan khas Maluku yang dikenal dengan nilai Pela Gandong.

Perayaan Natal tersebut diselenggarakan oleh Persekutuan Kristen Maluku (PKM) bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku (IKAPELAMAKU). Acara dimulai pukul 17.00 WIB dan dihadiri warga Maluku lintas agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah setempat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dengan mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Kitab Matius 1:21–24, perayaan ini diawali dengan ibadah Natal bagi umat Kristiani Maluku. Ibadah dipimpin oleh Romo Agustinus dan berlangsung khidmat meski hujan sempat mengguyur wilayah Yogyakarta.

Dalam khotbahnya, Romo Agustinus menyampaikan bahwa kehadiran Tuhan tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga nyata dalam kehidupan keluarga dan relasi sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai bagian dari iman.

Usai ibadah, warga Maluku non-Kristiani turut bergabung dalam rangkaian acara kebersamaan. Sejumlah organisasi hadir, di antaranya Persatuan Wanita Maluku (PEWARMA-INA) DIY, Pengurus IKPM DIY, serta Keluarga Besar Pengajian IKAPELAMAKU. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan orang Maluku di tanah perantauan.

Ketua Persekutuan Kristen Maluku sekaligus pemilik Yayasan Indocharis, Pendeta Onwin Frans Hetharie, mengatakan perayaan Natal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai Pela Gandong di Yogyakarta.

“Tema Natal tahun ini sangat relevan dengan kehidupan orang Maluku. Allah hadir bukan hanya di gereja, tetapi juga dalam pergumulan keluarga, ekonomi, dan pendidikan. Jika keluarga kuat, maka persekutuan juga akan menjadi berkat,” ujarnya.

Acara semakin meriah dengan penampilan seni dan pujian, mulai dari grup musik, paduan suara, vokal grup, hingga penampilan anak-anak. Prosesi penyalaan lilin Natal dilakukan oleh pengurus PKM, IKAPELAMAKU, serta tamu undangan sebagai simbol terang persaudaraan dan persatuan.

Hadir pula perwakilan Kapolda DIY, Pembimas Kristen DIY, serta Lurah Madurejo yang menyampaikan apresiasi atas terjaganya kerukunan antarumat beragama di lingkungan warga Maluku Yogyakarta.

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Hidangan khas Maluku seperti papeda dan ikan kuah kuning disajikan kepada seluruh tamu undangan, menambah suasana hangat dan kekeluargaan.

Perayaan Natal lintas agama ini menjadi bukti bahwa nilai Pela Gandong tetap hidup dan terpelihara di tengah masyarakat Maluku, sekaligus memperkuat pesan toleransi dan persaudaraan di Yogyakarta.


Jurnalis: SHN
Foto: istimewa
Editor: Romo Kefas