Waka Polda Aceh Resmikan Penanaman Jagung 40 Hektare di Pidie, Perkuat Peran Petani Muda untuk Ketahanan Pangan

IMG 20260616 WA0035
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Waka Polda Aceh Resmikan Penanaman Jagung 40 Hektare di Pidie, Perkuat Peran Petani Muda untuk Ketahanan Pangan

Pidie – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepolisian Daerah Aceh. Melalui Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., yang mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., Polda Aceh secara resmi meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung agenda nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui optimalisasi sektor pertanian.

Dalam sambutan Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda, disampaikan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, gejolak ekonomi dunia, hingga ancaman krisis pangan menuntut setiap daerah untuk memperkuat kemampuan produksi pangan secara mandiri.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, melainkan juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat.

“Kemandirian pangan merupakan salah satu pondasi penting bagi ketahanan nasional. Karena itu, seluruh elemen harus berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian,” ujar Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan seluas sekitar 40 hektare yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Pidie. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, jajaran Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta berbagai elemen lainnya.

Selain peluncuran program penanaman jagung, Polda Aceh bersama Bhayangkari juga menyalurkan bantuan berupa bibit jagung, pupuk, ecoenzyme, hingga paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan kesejahteraan warga.

Tak hanya itu, Bhayangkari Daerah Aceh juga menyerahkan bantuan 10 titik sumur bor yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan irigasi pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan, rombongan turut meninjau stan UMKM Gampong Kemukiman Teungoh sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kapolda Aceh melalui Wakapolda juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie yang dinilai telah menjadi motor penggerak regenerasi petani di Aceh. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi sehingga mampu meningkatkan daya saing hasil pertanian daerah.

Melalui program ini, Polda Aceh optimistis pengembangan budidaya jagung di Kabupaten Pidie dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.

Jurnalis: Jihandak Belang