TUHAN BELUM SELESAI DENGAN HIDUPMU

File 00000000451c71faa3b0800305df2de3
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

TUHAN BELUM SELESAI DENGAN HIDUPMU

Kasih Karunia-Nya Tetap Bekerja di Tengah Kelemahan Manusia

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Renungan Pagi | Sabtu, 23 Mei 2026

Mazmur 138:8

“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!”
— Mazmur 138:8


Ada satu kebohongan yang sering diam-diam dipercayai banyak orang percaya:
bahwa Tuhan hanya bekerja dalam hidup orang-orang yang kuat.

Akibatnya, ketika iman mulai lemah, doa terasa hambar, hidup dipenuhi pergumulan, dan hati dipenuhi rasa gagal, banyak orang mulai merasa Tuhan menjauh dari mereka.

Padahal justru di saat manusia merasa tidak mampu, kasih karunia Tuhan bekerja paling nyata.

Pemazmur tidak berkata:

“Aku akan menyelesaikan semuanya sendiri.”

Ia juga tidak berkata:

“Imanku cukup kuat untuk menghadapi semuanya.”

Sebaliknya, ia berkata dengan keyakinan yang sederhana namun dalam:

“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!”

Inilah inti iman Kristen yang sehat secara teologis:
keselamatan, pertumbuhan rohani, dan ketekunan hidup orang percaya bukan bergantung pada hebatnya manusia, melainkan pada kesetiaan Allah.


Kekristenan Bukan Tentang Kekuatan Manusia

Banyak orang berpikir hidup rohani adalah usaha manusia untuk terlihat kuat, suci, dan tidak pernah jatuh. Maka ketika mereka gagal, mereka mulai menyalahkan diri sendiri dan hidup dalam rasa bersalah berkepanjangan.

Namun Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Kita diselamatkan bukan karena kuat mempertahankan Tuhan, tetapi karena Tuhan kuat memegang kita.

Filipi 1:6 berkata:

“Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.”

Artinya:

  • Tuhan yang memulai,
  • Tuhan yang menopang,
  • dan Tuhan pula yang menyempurnakan.

Keselamatan bukan proyek manusia.
Keselamatan adalah karya kasih karunia Allah dari awal sampai akhir.

Karena itu, orang percaya tidak hidup dalam kesombongan rohani, tetapi dalam ketergantungan kepada Tuhan setiap hari.


Banyak Orang Kalah Bukan Karena Lemah, Tetapi Karena Berjalan Sendiri

Masalah terbesar manusia bukan kelemahan, melainkan hidup tanpa bersandar kepada Tuhan.

Kita hidup di zaman di mana banyak orang terlihat kuat di luar, tetapi rapuh di dalam:

  • tersenyum namun depresi,
  • melayani namun lelah,
  • aktif di gereja namun kehilangan damai sejahtera.

Mengapa?

Karena mereka mencoba mengemudikan kapal hidupnya sendiri.

Padahal hidup ini terlalu ganas untuk diarungi tanpa Tuhan.

Dosa terus menggoda.
Dunia terus menarik.
Iblis terus melemahkan iman manusia.

Jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri, cepat atau lambat kita akan tenggelam.

Tetapi kabar baik Injil adalah:
Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya sendirian di tengah badai.


Tuhan Tidak Pernah Gagal Menyelesaikan Apa yang Dimulai-Nya

Ada orang yang merasa hidupnya terlalu rusak untuk dipulihkan:

  • masa lalu penuh dosa,
  • keluarga berantakan,
  • hati penuh luka,
  • iman naik turun,
  • bahkan doa pun terasa dingin.

Namun Tuhan tidak bekerja berdasarkan kesempurnaan manusia.
Dia bekerja berdasarkan kasih karunia-Nya.

Lihatlah Petrus.

Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali.
Tetapi Tuhan tidak membuangnya.

Lihatlah Yunus.

Ia pernah lari dari panggilan Tuhan.
Namun Tuhan tetap mengejarnya dengan kasih.

Lihatlah Daud.

Ia pernah jatuh dalam dosa besar.
Namun Tuhan memulihkannya ketika ia bertobat.

Ini bukan berarti Tuhan mentolerir dosa, tetapi menunjukkan bahwa kasih karunia Tuhan lebih besar daripada kegagalan manusia.


Iman Sejati Tetap Bertahan Sekalipun Menangis

Ada orang berpikir iman berarti tidak boleh lemah, tidak boleh takut, tidak boleh menangis.

Padahal banyak tokoh Alkitab menangis:

  • Daud menangis,
  • Yeremia menangis,
  • bahkan Yesus pun menangis.

Iman sejati bukan berarti hidup tanpa badai.
Iman sejati adalah tetap percaya kepada Tuhan di tengah badai.

Kadang iman bukan tentang berlari cepat,
tetapi tetap bertahan satu hari lagi bersama Tuhan.

Dan sering kali, tangan yang gemetar namun tetap berdoa lebih berharga daripada mulut yang terlihat rohani tetapi hatinya jauh dari Tuhan.


Tuhan Sedang Membawamu ke Pelabuhan

Mazmur 107:30 berkata:

“Maka senanglah mereka, karena semuanya reda, dan dituntun-Nyalah mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.”

Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa ombak.
Tetapi Tuhan berjanji menyertai sampai tujuan.

Mungkin hari ini:

  • kamu lelah,
  • kecewa,
  • hampir menyerah,
  • atau merasa Tuhan diam.

Namun ingatlah satu hal:

Tuhan belum selesai dengan hidupmu.

Apa yang Dia mulai, pasti Dia genapi.

Jangan ukur kasih Tuhan dari keadaanmu hari ini.
Ukur kasih Tuhan dari salib Kristus.

Dan jangan menilai masa depanmu dari kelemahanmu sekarang.
Nilailah dari kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah.

Tuhan, sering kali aku lelah dan merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan hidup ini. Namun hari ini aku percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Mu. Pegang hidupku, kuatkan hatiku, dan tuntun aku sampai kepada tujuan-Mu yang indah. Dalam nama Yesus. Amin.


“Ketika kekuatan manusia berhenti,
kasih karunia Tuhan tetap bekerja.”


Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, STh, MPdK
Alias Romo Kefas
Renungan Pagi | Pelita Nusantara