Sukkot 5786: Jakarta Berpondok Daun, GPF KYB Tebarkan Sukacita di Tengah Badai Kehidupan

Img 20251013 wa0003
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Jakarta,13 Oktober 2025 – Gemerlap Jakarta tak mampu menyembunyikan badai kehidupan yang menerpa. Namun, di tengah hiruk pikuk dan ketidakpastian, setitik oase spiritual hadir di Gedung Kasih Bersaudara, Cikini. Pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025, Jemaat Gereja Pemulihan Firman Keluarga Yang Berdoa (GPF KYB) Jakarta, dengan penuh khidmat dan sukacita, merayakan Hari Raya Sukkot 15 Tishri 5786. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, perayaan ini adalah deklarasi iman: bahwa di tengah dunia yang fana, hanya kesetiaan Tuhan yang menjadi jangkar harapan.

Sukkot, sang Hari Raya Pondok Daun, bukan sekadar nostalgia sejarah bangsa Israel di padang gurun. Ia adalah simbol abadi: perlindungan Ilahi yang melampaui ruang dan waktu. Selama tujuh hari, jiwa-jiwa yang haus akan hadirat Tuhan bersatu, merayakan puncak dari seluruh rangkaian hari raya, sebuah klimaks spiritual yang mendalam.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Di GPF KYB Jakarta, semangat Sukkot bukan sekadar kata-kata. Ia menjelma dalam tindakan nyata. Jemaat, dengan sukacita, membawa hasil bumi sebagai simbol Sukah, ungkapan syukur atas limpahan berkat yang tak terhingga. Gembala GPF KYB Jakarta, Yohanes Sugino, membuka perayaan dengan doa yang menggetarkan hati, mengajak jemaat untuk hidup dalam penyertaan Tuhan, di setiap detik kehidupan. Pujian dan penyembahan mengalir deras, dipimpin oleh Ibu Meike dan Ibu Helen, dengan dukungan para singer yang mempesona, menciptakan atmosfer surgawi di tengah kota metropolitan.

Namun, esensi Sukkot terletak pada momen refleksi yang menggugah jiwa. Ibu Priskila, S.H., M.Pd.K., melalui puisi rohani “Khag Sameakh Sukkot 5786”, mengingatkan akan kefanaan dunia, dan perlunya bersandar pada kekuatan Ilahi. Ibu Esther dan Gembala GPF Shem Qadosh Cibinong, Bapak Christian Johan, mempersembahkan lagu pujian yang menyentuh kalbu, membawa hadirin dalam pengalaman spiritual yang mendalam. Paduan suara dari GPF Yahweh Ekhad Cileungsi dan koor GPF KYB, dengan harmoni yang memukau, menyemarakkan perayaan, membuktikan bahwa iman adalah kekuatan yang mempersatukan.

Puncak dari perayaan ini adalah khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Dr. John Gershom Mujiono, M.Pd.K. dari Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jakarta. Dengan penuh semangat, beliau menegaskan bahwa Sukkot adalah panggilan untuk mengingat kefanaan hidup, seperti bangsa Israel yang tinggal di pondok-pondok sementara. Namun, di balik kefanaan itu, ada jaminan perlindungan abadi di dalam Tuhan. Beliau mengajak jemaat untuk terus hidup dalam kebergantungan total kepada Tuhan, mengandalkan hadirat-Nya di setiap musim kehidupan. Pesan ini adalah kompas di tengah badai, pedoman bagi jiwa yang mencari kedamaian sejati.

Sukkot 5786 di GPF KYB Jakarta bukan sekadar tradisi usang. Ia adalah pernyataan iman yang hidup, denyut nadi spiritual yang membangkitkan harapan. Ia adalah pengingat: di tengah dunia yang terus berubah, hanya kesetiaan Tuhan yang tetap abadi. Melalui perayaan ini, GPF KYB Jakarta meneguhkan komitmen: hadirat Tuhan adalah rumah yang aman, tempat perlindungan yang sempurna bagi setiap jiwa yang mencari-Nya.

(Bung Robby)