STAY IN GOD – BAIK BELUM TENTU BAIK

File 00000000806c720694ee6dbd33f73cfc
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

STAY IN GOD – BAIK BELUM TENTU BAIK

Ada sebuah kata yang sangat disukai orang, yaitu kata “baik”.
Perhatikan beberapa contoh berikut:

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58
  • Menyapa teman yang lama tidak bertemu: Apa kabar? Jawabnya, kabar baik.
  • Mengurus pekerjaan sering kali memerlukan surat kelakuan baik.
  • Di sekolah atau kuliah, setiap orang berusaha mendapatkan nilai yang baik.
  • Dalam berumah tangga, setiap orang mendambakan keluarga yang baik.
  • Dalam setiap usaha, kita selalu mengharapkan hasil yang baik.

Dalam kaitannya dengan Alkitab, Injil berasal dari bahasa aslinya (Euangelion), yang berarti “kabar baik”, yaitu kabar tentang Tuhan Yesus yang datang ke dunia untuk memberikan pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Namun, pengertian “baik” tidak berhenti pada hal-hal tersebut. Kata “baik” kemudian menjurus pada perbuatan seseorang. Kita mengenal orang yang berbuat jahat—yang tentu tidak disukai—dan orang yang berbuat baik, yang umumnya disukai oleh masyarakat.

Agustinus, bapa gereja, pernah berkata:
“Banyak perbuatan yang dinilai baik oleh manusia, sebenarnya bukanlah perbuatan yang baik, hanya sekadar dibungkus kain putih sehingga tampak bersinar.”

Artinya jelas: tidak semua perbuatan baik sungguh-sungguh baik di hadapan Tuhan.
Karena itu, ada tiga batu ujian untuk mengujinya.


TEST 1 – MOTIVASI

Motivasi adalah bagaikan pondasi sebuah rumah. Pondasi tidak kelihatan dari permukaan, tetapi merupakan bagian terpenting dari bangunan. Jika pondasinya kokoh, rumah akan berdiri teguh. Jika pondasinya lemah, rumah akan goyah.

Demikian juga dengan berbagai perbuatan yang tampak baik—jika diuji dengan tes motivasi, bisa jadi ternyata tidak benar-benar baik.

Firaun Mesir
Firaun memberikan banyak hadiah kepada Abraham. Tampaknya ini perbuatan baik. Namun jika diuji dari motivasinya, perbuatan ini tidak lulus, karena ada maksud tersembunyi di baliknya.
(Baca: Kejadian 12:10–16)

Yakobus dan Yohanes
Dua murid Yesus ini meminta duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus. Tampaknya ini hal yang baik, tetapi motivasinya adalah keinginan akan kuasa. Karena itu, tidak berkenan di hadapan Tuhan.
(Baca: Markus 10:35–37)

Yohanes 6:24–26
Banyak orang mengikuti Yesus. Bukankah ini baik? Namun ternyata motivasi mereka keliru, karena mereka berharap Yesus terus membuat mujizat agar mereka tidak perlu bekerja keras.

Kesimpulan:
Motivasi yang tulus dan benar harus mendasari setiap perbuatan baik.


TEST 2 – KEBENARAN FIRMAN TUHAN

Pernah mendengar kisah Robin Hood? Untuk menolong orang miskin, ia merampok orang kaya. Tujuannya memang baik, tetapi caranya tidak benar.

Perbuatan baik tidak boleh bertentangan dengan Firman Tuhan. Kita tidak bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Beberapa contoh:

  • Memberi persembahan dari hasil perjudian
  • Ingin menjadi juara dengan menyogok lawan atau wasit
  • Menolong anak putus sekolah tetapi terjadi pelecehan
  • Menolong teman lama tetapi berakhir menjadi istri kedua

Dalam hal ini, kita perlu memperhatikan nasihat Firman Tuhan dalam Kolose 3:16–17.


TEST 3 – TUJUAN JUGA HARUS BAIK

Dalam Kisah Para Rasul 5:1–11, Ananias dan Safira memberi persembahan. Ini tampaknya sangat baik. Banyak orang cuek soal persembahan, tetapi mereka serius.

Namun tujuan mereka adalah untuk mendapatkan kehormatan dari manusia. Motivasi dan tujuan mereka salah, ditambah lagi dengan dusta, sehingga perbuatan yang tampak baik berakhir dengan tragedi.


PERBUATAN BAIK YANG DIPUJI TUHAN

Markus 14:3–9 menceritakan seorang wanita (Maria dari Betania) yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal, kira-kira senilai 300 dinar.

Ada dua penilaian:

  • Menurut manusia: pemborosan
  • Menurut Yesus: perbuatan baik

Jika diuji:

  • Motivasi: membalas kasih Tuhan
  • Cara: minyak diperoleh dari kerja keras
  • Tujuan: memuliakan Tuhan dengan hati yang tulus

Yesus menegaskan bahwa perbuatan ini akan dikenang sepanjang masa.
(Markus 14:9)


MENGAPA KITA HARUS BERBUAT BAIK

Kita harus senantiasa berbuat baik karena:

  • Kita diciptakan Tuhan untuk perbuatan baik (Efesus 2:10)
  • Mengetahui yang baik tetapi tidak melakukannya adalah dosa (Yakobus 4:17)
  • Perbuatan baik menyenangkan hati Tuhan (Ibrani 13:16)
  • Tuhan memperlengkapi kita untuk setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:16–17)
  • Perbuatan baik meneguhkan kesaksian Kristen (1 Petrus 2:15)
  • Ada upah bagi yang setia berbuat baik (Galatia 6:9)

Abah Daniel