Seminar PEWARNA Soroti Peran Candi dalam Membangun Kesadaran Lingkungan, Fadli Zon: Warisan Budaya Harus Dijaga Bersama

IMG 20260507 WA0087
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Seminar PEWARNA Soroti Peran Candi dalam Membangun Kesadaran Lingkungan, Fadli Zon: Warisan Budaya Harus Dijaga Bersama

Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak masyarakat memandang situs percandian Nusantara tidak hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam. Ajakan itu disampaikan dalam Seminar Nasional Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kegiatan bertema “Merajut Spiritualitas, Membongkar Sejarah Percandian Indonesia” tersebut menjadi ruang dialog lintas agama dan budaya yang membahas keterkaitan warisan leluhur dengan isu pelestarian lingkungan.

Dalam pemaparannya, Fadli Zon menilai keberadaan candi di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa leluhur Nusantara telah memiliki konsep tata ruang dan kehidupan yang menyatu dengan alam.

“Candi-candi kita dibangun dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan. Banyak berada di kawasan pegunungan, dekat aliran air, dan wilayah yang ekosistemnya terjaga. Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari pandangan hidup masyarakat pada masa itu,” ujar Fadli.

Ia menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelestarian situs sejarah agar tidak berhenti sebagai objek wisata atau penelitian semata, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran nilai-nilai peradaban.

Menurutnya, ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan saat ini membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk kembali menghargai alam sebagai bagian dari kehidupan.

“Warisan budaya memberi pesan bahwa manusia tidak bisa hidup terpisah dari alam. Karena itu, menjaga lingkungan juga berarti menjaga akar kebudayaan bangsa,” katanya.

Fadli menambahkan, relief-relief pada bangunan candi yang menggambarkan tumbuhan, hewan, dan kehidupan masyarakat menjadi bukti bahwa leluhur Indonesia telah menempatkan alam sebagai bagian penting dalam spiritualitas dan kehidupan sosial.

Ketua Umum PEWARNA Yusuf Mujiono mengatakan seminar tersebut digelar untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pelestarian budaya dan pelestarian alam tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Selain Fadli Zon, seminar menghadirkan sejumlah pembicara lain seperti Banthe Dhamosubho Mahathera, Joe Marbun, dan Ashiong P. Munthe yang membahas sejarah percandian dari perspektif spiritualitas, budaya, hingga advokasi lingkungan.

Dalam forum itu, para narasumber juga menilai situs percandian Nusantara merupakan bukti kemajuan peradaban bangsa Indonesia di masa lalu yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Sumber: Yusuf Mujiono
Jurnalis: Romo Kefas