Sekejap Berubah! CFD Bekasi Jadi Lautan Tari, Warga Berhenti, Budaya Bicara

Kefaspelita
IMG 20260427 WA0027
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Sekejap Berubah! CFD Bekasi Jadi Lautan Tari, Warga Berhenti, Budaya Bicara

Kota Bekasi — Car Free Day di Jalan Ahmad Yani, Minggu pagi (26/4/2026), mendadak berubah dalam sekejap. Dari jalur olahraga, menjadi lautan tari yang dipenuhi ribuan penari.

Tanpa aba-aba panjang, pertunjukan tari kolosal langsung menyita perhatian. Warga yang tengah berlari, bersepeda, hingga berjalan santai perlahan berhenti. Fokus berpindah—dari aktivitas fisik ke tontonan budaya.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ronggeng nyentrik tampil sebagai pusat perhatian. Gerakannya yang khas dan enerjik membuat suasana hidup, bahkan memancing reaksi spontan dari warga yang menyaksikan.

Tidak sedikit yang mengabadikan momen, sebagian lainnya hanya berdiri diam, menikmati pertunjukan yang jarang terjadi di ruang publik seperti ini.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe hadir di tengah keramaian. Ia menilai bahwa kegiatan ini menunjukkan bagaimana budaya mampu menarik perhatian masyarakat secara luas.

“Ketika budaya hadir, masyarakat langsung merespons. Ini kekuatan yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan menarik: ruang publik tidak hanya menjadi tempat aktivitas rutin, tetapi juga ruang pengalaman bersama.

Pemerintah Kota Bekasi pun menyiapkan langkah lanjutan dengan rencana pembangunan perpustakaan dan museum sebagai pusat pelestarian budaya.

CFD pagi itu meninggalkan kesan yang berbeda bagi warga. Bukan hanya karena ramai, tetapi karena ada sesuatu yang dirasakan—budaya yang hadir langsung, tanpa jarak.

Dan dari momen itu, satu hal terlihat jelas: ketika budaya tampil, kota tidak hanya bergerak—kota hidup.