Satgas Saber Pangan Turun Langsung ke Pasar Bandung, Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Nyepi dan Lebaran

IMG 20260315 WA0024
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bandung – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, pemerintah pusat melalui Satgas Saber Pangan melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar utama di Kota Bandung.

Pemantauan dilakukan di Pasar Kosambi dan Pasar Induk Caringin pada Sabtu (14/3/2026), melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, Polda Jawa Barat, Kementerian Perdagangan, Bulog, serta dinas terkait di daerah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Tim dipimpin Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, didampingi Kaposko Satgas Pangan Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho dan Dirreskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok bahan pokok di pasar-pasar utama Bandung berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar, meskipun beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga.

“Secara umum ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Caringin dan Pasar Kosambi dalam kondisi aman. Distribusi juga berjalan baik dan harga relatif terkendali,” ujar Ketut Astawa kepada wartawan di lokasi.

Sebagian Harga Stabil, Cabai dan Telur Masih Fluktuatif

Dari hasil pengecekan di Pasar Kosambi, sejumlah komoditas masih dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP), di antaranya:

  • Minyakita
  • Beras SPHP
  • Cabai merah keriting
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Gula konsumsi
  • Daging ayam ras
  • Daging sapi

Namun tim menemukan harga cabai rawit merah dan telur ayam ras masih berada di atas HAP.

Kenaikan harga cabai rawit merah, menurut hasil penelusuran Satgas di Pasar Induk Caringin, terjadi karena pasokan dari petani di wilayah Lembang sudah dijual di atas harga acuan, yakni sekitar Rp75.000 per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi penurunan produksi akibat curah hujan tinggi dan serangan hama.

Untuk mengatasi persoalan ini, Dinas Perdagangan Kota Bandung disarankan berkoordinasi dengan daerah sentra produksi cabai serta memberikan fasilitasi dukungan distribusi (FDP) guna menekan biaya transportasi dan menstabilkan harga di pasar.

Sementara itu, untuk harga telur ayam ras, Satgas menemukan bahwa harga dari distributor di Pasar Induk Caringin, distributor Triarta, hingga produsen di Blitar sudah mendekati harga acuan pemerintah. Teguran pun telah disampaikan kepada produsen dan distributor agar menyesuaikan harga.

Temuan Penjualan Minyakita di Atas Harga Acuan

Satgas juga menemukan satu pedagang di Pasar Kosambi yang menjual Minyakita di atas harga acuan.

Setelah ditelusuri, pedagang tersebut diketahui bukan mitra resmi Bulog dan memperoleh pasokan Minyakita melalui pembelian di media sosial.

Sebagai langkah pembinaan, Dinas Perdagangan bersama Bulog akan membantu pedagang tersebut mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) serta memfasilitasi proses kemitraan dengan Bulog agar pasokan minyak goreng bersubsidi dapat diperoleh secara resmi.

Harga Daging Sapi Kembali Stabil

Satgas juga memastikan harga daging sapi segar di Pasar Kosambi kembali stabil, berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Sebelumnya sempat beredar laporan harga daging sapi mencapai Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Namun setelah ditelusuri, harga tersebut merupakan daging sapi kualitas premium, seperti bagian khas dalam yang telah dibersihkan, sehingga wajar memiliki harga lebih tinggi.

Satgas mengimbau para pedagang untuk memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai perbedaan kualitas dan harga tersebut.

Pengawasan Akan Terus Diperketat

Dirreskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan intensif terhadap distribusi dan harga bahan pokok.

“Kami mengimbau produsen, distributor, dan pedagang untuk menjual bahan pokok sesuai dengan HET dan HAP yang ditetapkan pemerintah. Jika ada pelanggaran, kami tidak akan ragu melakukan penindakan sesuai aturan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kaposko Satgas Saber Pangan Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara nasional.

“Kami bersama kementerian dan lembaga terkait, Bulog serta BUMN akan terus memantau distribusi dan harga pangan agar tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Pemerintah berharap melalui pengawasan intensif tersebut ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga bahan pokok tetap terkendali hingga perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026.


Sumber : Syamsul GWI
Jurnalis : Romo Kefas