Sabang Disebut Darurat KKN, Mitrapol Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Pemerintah

IMG 20260509 WA0064
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Sabang Disebut Darurat KKN, Mitrapol Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Pemerintah

Banda Aceh – Kepala Perwakilan Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, melontarkan kritik keras terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kota Sabang. Ia menyebut kondisi tata kelola proyek pemerintah di daerah itu sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

Dalam keterangannya, Teuku Indra mengaku pihaknya menemukan sejumlah indikasi penyimpangan pada proyek-proyek pemerintah yang diduga berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Berdasarkan hasil investigasi dan data yang kami himpun, ada indikasi kuat penyimpangan pada sejumlah paket proyek di Sabang. Ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum,” ujar Teuku Indra.

Soroti Dugaan Proyek Bermasalah

Mitrapol Aceh mengklaim menemukan puluhan hingga hampir seratus paket proyek yang dinilai memiliki persoalan administratif maupun dugaan pelanggaran hukum.

Menurut Teuku Indra, sejumlah proyek tersebut diduga tidak berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi pelaksanaan maupun pengawasan anggaran.

“Jika dibiarkan, praktik seperti ini bisa merugikan keuangan negara dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan,” katanya.

Ia menilai, dugaan penyimpangan proyek tidak bisa hanya dipandang sebagai kesalahan teknis semata, melainkan harus ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana.

Kritik terhadap Penegakan Hukum

Dalam pernyataannya, Teuku Indra juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum (APH) yang dinilai belum maksimal dalam menangani dugaan korupsi di daerah.

Ia mempertanyakan mengapa kasus-kasus besar yang diduga melibatkan pihak berkekuatan ekonomi maupun jaringan tertentu belum tersentuh proses hukum secara terbuka.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Publik ingin melihat adanya keberanian untuk mengusut dugaan pelanggaran tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap menyatakan masih menaruh harapan terhadap institusi penegak hukum yang memiliki integritas dan komitmen memberantas korupsi.

Minta Audit dan Penelusuran Menyeluruh

Mitrapol Aceh mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang dianggap bermasalah di Sabang, termasuk penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Teuku Indra menegaskan, pihaknya siap memberikan data dan informasi kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami berharap ada langkah konkret agar dugaan penyimpangan ini tidak terus menjadi isu liar di tengah masyarakat. Semua harus dibuka secara terang dan profesional,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Sabang maupun aparat penegak hukum terkait tudingan tersebut.

Jurnalis: Jihandak Belang
Sumber: Tgk Indra / Pasukan Ghoib