Ribka Haluk Dorong PIKI Menjadi Laboratorium Pemikiran untuk Menjawab Persoalan Bangsa

IMG 20260608 WA0001
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Ribka Haluk Dorong PIKI Menjadi Laboratorium Pemikiran untuk Menjawab Persoalan Bangsa

Jakarta – Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) didorong untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan gagasan dan pemikiran strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, berbagai agenda organisasi dibahas, termasuk arah pengembangan PIKI agar semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan nasional.

Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus Wakil Ketua Umum PIKI, Ribka Haluk, menilai bahwa organisasi yang dihuni oleh kalangan akademisi, profesional, birokrat, pengusaha, dan tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pemikiran yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Menurut Ribka, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang intelektual yang tidak hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi, konsep, dan inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

“PIKI memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang berkualitas. Potensi itu harus dioptimalkan agar organisasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan langkah-langkah yang efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, PIKI dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi jembatan antara dunia pemikiran dan kebutuhan masyarakat.

Ribka juga mengingatkan pentingnya membangun budaya organisasi yang produktif dan berorientasi pada dampak. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kontribusi yang mampu dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, menyoroti pentingnya memperkuat jaringan organisasi hingga ke daerah. Ia menilai bahwa potensi sumber daya manusia Indonesia sangat besar dan perlu diberi ruang untuk berkembang melalui organisasi yang sehat dan memiliki visi yang jelas.

Maruarar mendorong agar proses kaderisasi terus diperkuat guna melahirkan generasi penerus yang mampu membawa organisasi semakin maju. Selain memiliki kompetensi, para kader juga diharapkan memiliki integritas, semangat pelayanan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, para pengurus juga membahas sejumlah langkah strategis untuk memperluas kontribusi organisasi dalam bidang pendidikan, pengembangan kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Diskusi yang berlangsung dinamis itu mencerminkan semangat para pengurus untuk menjadikan PIKI sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi organisasi.

Melalui konsolidasi tersebut, PIKI bertekad memperkuat posisinya sebagai wadah berhimpunnya para intelektual Kristen yang siap berkontribusi bagi Indonesia. Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, organisasi ini diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa di masa depan.

Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi