Ratusan Warga Langsa Geruduk Kantor Pemerintah, Tuntut Dana Banjir dan Penegakan Hukum
Langsa, Aceh — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Korban Banjir se-Kota Langsa menggelar aksi demonstrasi dengan mendatangi sejumlah kantor pemerintahan, Kamis (30/4/2026). Massa aksi menyasar Pemerintah Kota Langsa, Kejaksaan Negeri Langsa, serta DPRK Langsa, guna menuntut realisasi bantuan pasca banjir dan meminta keadilan hukum atas dugaan penyimpangan anggaran.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diwarnai orasi damai dari para peserta yang mendesak pemerintah segera mencairkan dana bantuan tahap pertama bagi korban banjir. Mereka menilai, hingga kini bantuan yang dijanjikan belum diterima secara merata oleh masyarakat terdampak.
Koordinator aksi, Haprizal Roji, menyampaikan bahwa masyarakat tidak akan meninggalkan lokasi aksi sebelum ada kejelasan dari pemerintah daerah.
“Harapan kami kepada Wali Kota Langsa, Jefri Santana S Putra, agar segera merealisasikan dana bantuan bagi warga yang kehilangan harta benda akibat banjir. Jika tidak ada tanggapan, kami akan tetap bertahan di lokasi aksi,” tegasnya.
Selain menuntut pencairan bantuan, massa juga meminta pemerintah daerah menghentikan penertiban terhadap pedagang kaki lima oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka menilai kebijakan tersebut memperburuk kondisi ekonomi warga yang masih berjuang pasca bencana.
Tidak hanya berhenti di kantor pemerintah kota, massa kemudian bergerak ke kantor Kejaksaan Negeri Langsa. Dalam aksi tersebut, perwakilan warga menyerahkan sejumlah dokumen yang diklaim berisi dugaan kejanggalan penggunaan anggaran daerah, termasuk indikasi mark-up dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK).
Warga mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan adil. Mereka berharap, jika terbukti ada penyalahgunaan anggaran, pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Sebagai masyarakat, kami meminta agar penyelidikan dilakukan secara jujur dan seadil-adilnya. Siapa pun yang terlibat dalam dugaan korupsi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar perwakilan massa dalam orasi.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Langsa terkait tuntutan yang disampaikan massa.
(Pasukan Ghoib)













