Pulang Bertugas, Perawat di Kutai Barat Jadi Sasaran Begal; Pelaku Dibekuk Kurang dari satu dua puluh empat jam, Pelaku positif Narkoba.

IMG 20260530 WA0012
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pulang Bertugas, Perawat di Kutai Barat Jadi Sasaran Begal; Pelaku Dibekuk Kurang dari satu dua puluh empat jam, Pelaku positif Narkoba.

Kutai Barat – Pelita Nusantara – Perjalanan pulang yang seharusnya menjadi akhir dari rutinitas kerja justru berubah menjadi pengalaman mencekam bagi seorang tenaga kesehatan di Kabupaten Kutai Barat. Seorang perawat perempuan menjadi korban aksi pencurian dengan kekerasan di ruas jalan yang minim penerangan di wilayah Kecamatan Sekolaq Darat.
Namun, pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Berkat gerak cepat jajaran Polres Kutai Barat, pria yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam (26/5/2026) sekitar pukul 22.10 WITA di jalur menuju Kampung Belempung.
Korban berinisial WP diketahui baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai tenaga kesehatan di sebuah klinik di wilayah Barong Tongkok. Saat berkendara seorang diri menuju rumah, korban diduga telah menjadi target pelaku yang membuntutinya dari belakang.
Setibanya di kawasan yang relatif sepi, pelaku mendekati sepeda motor korban. Dalam hitungan detik, pelaku menendang bagian kendaraan yang dikendarai korban hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tepi jalan.
“Korban terjatuh dan berusaha mencari pertolongan. Saat situasi itu terjadi, pelaku memanfaatkan kesempatan untuk mengambil handphone milik korban,” ungkap Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Kutai Barat.
Tidak hanya kehilangan telepon genggam, korban juga mengalami kerugian finansial. Berdasarkan hasil penyelidikan, perangkat yang berhasil dikuasai pelaku kemudian digunakan untuk mengakses layanan perbankan digital milik korban.
Penyidik menemukan adanya transaksi pemindahan dana sebesar Rp2,8 juta ke akun yang dikuasai pelaku. Selain itu, terdapat transfer dana sebesar Rp1 juta ke rekening milik seseorang yang kini turut dimintai keterangan sebagai saksi.
Menerima laporan kejadian tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kutai Barat bersama personel Polsek Melak segera melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil pengumpulan keterangan saksi, penelusuran jejak transaksi, hingga pendalaman di lapangan, identitas terduga pelaku akhirnya berhasil diketahui.
Polisi kemudian mengamankan seorang pria berinisial J alias Diki di wilayah Kecamatan Sekolaq Darat. Dalam proses penangkapan, petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan tersebut, termasuk handphone milik korban dan kendaraan yang digunakan pelaku.
Menurut AKBP Boney Wahyu Wicaksono, modus yang digunakan tergolong berbahaya karena menyasar pengguna jalan yang melintas sendirian pada malam hari.
“Pelaku diduga memilih lokasi yang sepi dan minim aktivitas masyarakat. Setelah korban terjatuh, barang berharga yang dibawa korban kemudian diambil,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat terjatuh serta kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp8,8 juta. Saat ini korban telah mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
Dalam pengembangan perkara, polisi juga menemukan fakta lain. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan terduga pelaku positif mengandung zat narkotika. Selain itu, penyidik masih mendalami dugaan keterkaitan yang bersangkutan dengan aktivitas perjudian daring.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait asal-usul narkoba yang digunakan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan,” kata Kapolres.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 479 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada malam hari, terutama ketika melintasi jalur yang sepi dan minim penerangan. Warga juga diminta segera menghubungi layanan kepolisian apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan menyasar siapa saja. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kutai Barat tetap kondusif.