PLT DIREKTUR RSUD LANGSA DISOROT Diduga Minim Pengawasan Proyek Gerbang Keluar RSUD, Penerapan K3 Dipertanyakan
LANGSA – Pelaksanaan pembangunan gerbang keluar RSUD Langsa yang menggunakan dana BLUD kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menyoroti dugaan kurangnya pengawasan dari pelaksana proyek maupun rekanan kontraktor selama pekerjaan berlangsung.
Berdasarkan informasi yang beredar, proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp98,5 juta tersebut dilaksanakan oleh CV Pulau Mas Mandiri dengan masa pekerjaan 90 hari kalender. Namun, di lapangan muncul sorotan terkait dugaan tidak adanya pengawasan rutin serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja.
Sorotan juga mengarah kepada Plt Direktur RSUD Langsa yang sebelumnya disebut sempat menyampaikan akan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek. Hingga pemberitaan lanjutan ini muncul, belum terdapat klarifikasi resmi terkait sistem pengawasan proyek maupun penerapan K3 di lokasi pekerjaan.
Poin yang Menjadi Sorotan:
- Dugaan minimnya pengawasan dari pihak pelaksana dan rekanan kontraktor.
- Penerapan standar K3 di lokasi proyek dipertanyakan.
- Belum adanya penjelasan resmi mengenai mekanisme pengawasan proyek.
- Publik berharap adanya transparansi dan klarifikasi dari pihak terkait.
Harapan Publik:
Masyarakat berharap seluruh proyek yang menggunakan anggaran negara maupun BLUD dilaksanakan secara profesional, transparan, serta mengutamakan keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Jurnalis: Jihandak Belang













