Pj Geuchik Sidorejo Akhirnya Buka Suara Soal Barang Bekas Bongkaran PAUD Mentari Ceria

File 0000000031ac7207aabc6263a06eebf0
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Langsa Lama – Penjabat (Pj) Geuchik Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik keberadaan barang bekas bongkaran PAUD Mentari Ceria yang sebelumnya menjadi sorotan publik di sejumlah media online.

Sebelumnya, pemberitaan mengenai dugaan tidak jelasnya keberadaan material bekas berupa kayu dan seng hasil bongkaran proyek rehabilitasi PAUD Mentari Ceria menuai perhatian masyarakat. Publik mempertanyakan transparansi pengelolaan aset bekas bongkaran yang disebut merupakan bagian dari aset desa.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Menanggapi pemberitaan tersebut, Pj Geuchik Sidorejo yang akrab disapa “Koko” menghubungi wartawan melalui pesan WhatsApp setelah menerima tautan berita yang dikirim pada Rabu (14/5/2026) pagi.

Dalam tanggapannya, ia membantah dugaan bahwa barang-barang bekas tersebut hilang atau tidak diketahui keberadaannya. Menurutnya, material hasil bongkaran masih tersimpan di rumah salah satu warga yang berada di sekitar lokasi PAUD.

“Barangnya ada, bg. Kata kepala sekolah disimpan di rumah dekat PAUD,” tulisnya dalam pesan singkat kepada wartawan.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat direncanakan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut, namun belum terlaksana karena kesibukan kegiatan di lingkungan Kominfo serta kondisi cuaca.

“Rencana mau duduk ngopi membahas itu, tapi belum jadi karena hujan dan ada kegiatan,” tambahnya.

Selain memberikan penjelasan, Pj Geuchik Sidorejo juga mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada kepala sekolah PAUD Mentari Ceria dan turut membagikan nomor kontak pihak sekolah.

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah warga mempertanyakan keberadaan kayu dan seng bekas bongkaran proyek rehabilitasi PAUD Mentari Ceria yang didanai melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.

Masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi terkait pengelolaan aset hasil bongkaran proyek pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dugaan negatif di tengah publik.

Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian masyarakat di Gampong Sidorejo, terutama terkait mekanisme penyimpanan dan pendataan aset bekas bongkaran proyek pendidikan tersebut.

(Jihandak Belang)