Perangi TBC dari Wilayah Perbatasan, Satgas Yonarmed 12 Kostrad Hadir Beri Edukasi dan Layanan Kesehatan

IMG 20260529 WA0087
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Perangi TBC dari Wilayah Perbatasan, Satgas Yonarmed 12 Kostrad Hadir Beri Edukasi dan Layanan Kesehatan

Belu, NTT — Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) di wilayah perbatasan terus diperkuat melalui kolaborasi antara Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu. Melalui Pos Laktutus, kegiatan pelayanan kesehatan dan penyuluhan kesehatan digelar bagi masyarakat Dusun Fatubesi, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Kamis (28/05/2026).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya TBC yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius.

Dalam pelaksanaannya, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus informasi mengenai gejala awal TBC, pola penularan, pentingnya pengobatan yang teratur, serta cara menjaga lingkungan agar tetap sehat dan bebas dari risiko penyebaran penyakit.

Personel Satgas bersama tenaga kesehatan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini sebagai langkah utama untuk mencegah komplikasi dan melindungi anggota keluarga lainnya dari potensi penularan.

Danpos Laktutus Letda Arm Ananda Noor Bintoro mengatakan bahwa kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses pelayanan kesehatan.

Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini sangat penting dalam memutus rantai penyebaran TBC,” jelasnya.

Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat yang hadir untuk mengikuti pemeriksaan maupun sesi penyuluhan yang diberikan oleh petugas kesehatan.

Selain memperoleh layanan kesehatan, warga juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai keluhan kesehatan yang mereka alami.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas Pamtas tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara di garis perbatasan, tetapi juga aktif membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.

Melalui sinergi yang terus dibangun dengan pemerintah daerah dan instansi kesehatan, Satgas Yonarmed 12 Kostrad berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya masyarakat perbatasan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera di masa mendatang.

Membangun Perbatasan Tidak Hanya Dengan Menjaga Wilayah, Tetapi Juga Dengan Menjaga Kesehatan dan Harapan Masyarakatnya.

Romo Kefas