Paskah PGL Lawang 2026 Jadi Ajang Penguatan Iman dan Persaudaraan Antar Gereja

IMG 20260507 WA0039
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Paskah PGL Lawang 2026 Jadi Ajang Penguatan Iman dan Persaudaraan Antar Gereja

Lawang, 7 Mei 2026 — Perayaan Paskah yang digelar Persekutuan Gereja-gereja di Lawang (PGL) tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya menjadi ibadah rutin tahunan, kegiatan tersebut juga berubah menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antar jemaat dan gereja di wilayah Lawang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Bertempat di GBI Hosana Lawang, ratusan jemaat hadir mengikuti ibadah Paskah yang mengusung tema “Yesus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita.” Sejak awal acara, suasana penuh sukacita dan kekhidmatan sudah terasa melalui rangkaian pujian dan penyembahan yang dipersembahkan secara khusus.

Salah satu momen yang paling membekas bagi jemaat adalah penampilan Paduan Suara Wanita (PSW) PGL yang membawakan lagu “The Lamb.” Lagu tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga menghadirkan nuansa haru sekaligus penguatan iman bagi jemaat yang hadir.

Penampilan itu menjadi semakin istimewa karena para anggota paduan suara berasal dari 13 gereja berbeda di wilayah Lawang. Sebanyak 23 wanita dari berbagai denominasi bergabung dalam satu pelayanan, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan mampu melampaui sekat perbedaan gereja.

Di bawah arahan Pdt. Yunus Sutandio, M.Th., dosen Musik Gerejawi STT Aletheia Lawang, para anggota menjalani latihan secara intensif selama beberapa kali pertemuan. Meski memiliki karakter vokal dan latar belakang berbeda, seluruh anggota mampu membangun harmonisasi yang menyatu dan indah.

Menurut sejumlah peserta, proses latihan justru menjadi bagian paling berkesan. Selain belajar teknik vokal dan membaca partitur, mereka juga belajar saling memahami, mendukung, dan membangun hubungan persaudaraan yang erat.

“Kami datang dari gereja yang berbeda, tetapi dalam latihan semua terasa seperti keluarga sendiri. Banyak hal baru yang kami pelajari bersama,” ujar salah satu anggota paduan suara.

Bagi sebagian peserta, pelayanan tersebut bahkan menjadi pengalaman pertama tampil dalam kolaborasi lintas gereja. Namun suasana latihan yang hangat membuat seluruh anggota cepat membangun kekompakan.

Pdt. Yunus Sutandio mengaku bangga melihat semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti setiap sesi latihan. Menurutnya, pelayanan musik gerejawi bukan hanya soal kemampuan bernyanyi, tetapi juga tentang hati yang mau dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama.

“Yang paling membahagiakan adalah melihat semangat belajar dan kerendahan hati dari seluruh anggota. Mereka datang dengan hati yang rindu melayani,” tuturnya.

Ibadah Paskah tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan gereja dan tokoh pelayanan di wilayah Lawang. Hadir pula Ketua BPH PGL Pdt. Agung Budi Santoso, S.Th., Pdt. Amos selaku Rektor STT Aletheia Lawang, serta Pdt. Riami Boboy sebagai gembala GBI Hosana Lawang.

Momentum Paskah tahun ini dinilai menjadi pengingat penting bahwa gereja memiliki peran besar dalam menghadirkan kasih, persatuan, dan pengharapan di tengah masyarakat. Melalui pujian yang dibawakan bersama, PSW PGL berhasil menunjukkan bahwa harmoni tidak hanya terdengar dalam lagu, tetapi juga terlihat dalam kebersamaan dan pelayanan yang tulus.

(Inthe-R)
Editor: Tim Redaksi