Kutai Barat – Pelita Nusantara
Perayaan Dahau ke-26 Kabupaten Kutai Barat kembali semarak dengan digelarnya lomba perahu naga dan balap ketinting di Melak. Kegiatan olahraga air tradisional ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wujud nyata kebersamaan, sportivitas, dan pelestarian budaya sungai yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kutai Barat.
Menurut FX Sumardi, kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Barat ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat, terutama di wilayah Melak dan sekitarnya.
> “Lomba perahu ini bukan sekadar hiburan, tetapi mencerminkan semangat gotong royong, kekompakan, dan ketangguhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Ini adalah cara kita menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah,” ujar Sumardi.
Tahun ini, lomba diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kategori, mulai dari perahu naga beregu putra dan putri, hingga balap ketinting kelas bebas dan penjoki perempuan. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, baik dari peserta maupun penonton yang memadati tepian sungai. Dukungan juga datang dari Dispora Kutai Barat, yang ikut memastikan jalannya lomba berlangsung meriah dan tertib.
> “Kami sangat mengapresiasi antusias masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan, panitia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik yang informasinya dapat dilihat melalui akun Instagram resmi DAHAU KUBAR,” tambahnya.
Dengan mengusung tema besar “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya”, lomba perahu ini menjadi simbol persatuan dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga media mempererat solidaritas antarwarga serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi daerah.
Selain itu, lomba perahu dianggap sebagai salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan kembali budaya sungai kepada generasi muda. Nilai-nilai seperti kerja sama tim, semangat juang, dan rasa kebersamaan diharapkan dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.
FX Sumardi juga menyampaikan bahwa panitia bersama Dispora Kutai Barat berkomitmen untuk menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan profesional di masa mendatang.
> “Ke depan, kami ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi tradisi daerah, tapi juga daya tarik wisata. Kutai Barat punya potensi besar dengan keindahan Danau Kelumpang, Danau Jempang, dan alur sungai yang meliuk hingga perbatasan Malaysia,” tuturnya.
Melalui lomba perahu Dahau ke-26 ini, masyarakat Kutai Barat kembali membuktikan bahwa budaya dan kebersamaan dapat berpadu indah di atas aliran sungai — menjadi simbol hidup harmonis di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.













