Lewat Film Pendek Islami, Komunitas Seni Bogor Dorong Generasi Muda Cinta Sejarah dan Budaya Lokal

IMG 20260507 WA0027
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bogor, 07 Mei 2026 — Sejumlah penggiat seni dan budaya di Bogor mulai mendorong lahirnya gerakan film edukasi berbasis Islam dan sejarah lokal sebagai jawaban atas maraknya konten digital yang dinilai minim nilai moral dan budaya.

Program tersebut diinisiasi oleh Rahmat Syabana, penggiat seni budaya sekaligus Divisi Kesenian PPSBI Bogor Raya. Menurutnya, perkembangan media sosial dan hiburan digital saat ini telah mengubah pola belajar serta cara generasi muda menerima informasi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Anak-anak sekarang lebih mudah menerima pesan lewat visual. Karena itu dakwah, pendidikan, dan sejarah daerah harus dikemas lebih kreatif agar dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Rahmat kepada awak media di Bogor, Kamis (07/05/2026).

Ia mengatakan, film menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan akhlak dan nilai budaya tanpa harus tampil kaku ataupun menggurui. Melalui cerita sederhana dan visual yang kuat, pesan moral dinilai lebih mudah membekas di kalangan pelajar.

Dalam program tersebut, tim kreatif akan memproduksi sejumlah film pendek bertema sejarah Bogor, kehidupan sosial remaja, pendidikan karakter, hingga nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Rahmat menilai Bogor memiliki banyak potensi cerita yang selama ini belum tergarap secara maksimal di dunia perfilman lokal. Padahal, sejarah dan budaya daerah dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik apabila dikemas secara modern.

“Kita punya kekayaan sejarah, budaya Sunda, tokoh-tokoh lokal, hingga pesan-pesan kearifan yang sangat kuat. Sayang kalau generasi muda justru lebih mengenal budaya luar dibanding sejarah kotanya sendiri,” katanya.

Program itu juga akan melibatkan pelajar dalam proses produksi film, mulai dari penulisan naskah, akting, pengambilan gambar, hingga proses editing sederhana menggunakan telepon genggam.

Selain menjadi media edukasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan sineas muda berbasis komunitas yang mampu menghasilkan karya positif di media digital.

Rahmat menjelaskan, pihaknya saat ini mulai membuka komunikasi dengan sekolah, tokoh agama, komunitas seni, serta kalangan pengusaha untuk mendukung program melalui kolaborasi bersama.

Menurut dia, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar film edukasi lokal tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menjangkau sekolah-sekolah di wilayah Bogor Raya.

Dalam konsep awal, pemutaran film direncanakan dilakukan melalui kegiatan “Layar Tancap Goes to School” yang menyasar pelajar tingkat SD hingga SMA.

Selain pemutaran film, nantinya juga akan digelar diskusi edukatif dan pelatihan sinematografi dasar bagi pelajar agar mereka mampu memanfaatkan media digital secara lebih produktif.

“Harapan kami, anak-anak muda bukan hanya jadi penikmat konten, tapi juga pencipta karya yang punya nilai pendidikan, budaya, dan akhlak,” tuturnya.

Program film edukasi tersebut ditargetkan mulai berjalan bertahap pada tahun ini dengan melibatkan komunitas kreatif lokal di wilayah Bogor.

Sumber: Zoel
Jurnalis: Romo Kefas