Pelitanusantara.com -Hari ini, 29 Juli 2025, kita memperingati hari kematian Robert A. Jaffray, seorang misionaris Kanada yang luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan Injil di Asia, terutama di China, Indonesia, dan Vietnam. Jaffray meninggal pada tanggal 29 Juli 1945 dalam kamp interniran Jepang di Makassar, Sulawesi Selatan, karena penyakit dan kekurangan gizi.
Robert Alexander Jaffray lahir pada tahun 1873 di Kanada. Ia dibesarkan dalam keluarga yang saleh dan memiliki kasih yang mendalam terhadap Tuhan. Jaffray merasa terpanggil untuk melayani di bidang misi setelah mendengar tentang kebutuhan spiritual masyarakat di Asia. Ia merasakan panggilan yang kuat dari Tuhan untuk membawa cahaya Injil ke Indonesia, dan ia tidak ragu-ragu untuk menjawab panggilan tersebut.
Jaffray meninggalkan keluarganya dan kehidupan yang nyaman di Kanada untuk memulai pelayanannya di Sulawesi Selatan. Ia menghadapi banyak tantangan dan kesulitan, namun ia tidak pernah menyerah. Dengan kecintaan yang mendalam terhadap Tuhan dan masyarakat Indonesia, Jaffray memulai pelayanannya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat lokal. Ia belajar bahasa dan budaya lokal, dan ia menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyebarkan Injil dengan lebih efektif.
Jaffray mendirikan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), sebuah gereja yang masih aktif hingga hari ini dan menjadi salah satu gereja terbesar di Indonesia. GKII telah menjadi wadah bagi jutaan orang Indonesia untuk mencari Tuhan dan menjalankan iman mereka. Jaffray juga mendirikan Sekolah Alkitab Makassar (SAM) yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray (STT Jaffray).
Pelayanan Jaffray telah membawa perubahan besar dalam masyarakat Indonesia. STT Jaffray masih berdiri dan menjadi salah satu institusi pendidikan teologi yang terkemuka di Indonesia. GKII masih aktif dan menjadi salah satu gereja yang terbesar di Indonesia. Penerbit Kalam Hidup yang didirikan oleh Jaffray masih aktif mempublikasikan literatur rohani yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelayanan Jaffray telah mempengaruhi banyak orang Kristen di Indonesia dan Asia. Banyak pekerja gereja lokal yang dilatih oleh Jaffray menjadi pemimpin gereja yang efektif dan memiliki dampak besar dalam masyarakat. Gereja-gereja yang didirikan oleh Jaffray terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan keagamaan di masyarakat.
“Bapak Jaffray adalah seorang misionaris yang luar biasa. Ia memiliki kasih yang mendalam terhadap Tuhan dan masyarakat Indonesia. Pelayanannya telah membawa perubahan besar dalam hidup saya dan banyak orang lainnya.” – Seorang alumni STT Jaffray yang tak mau di sebutkan Identitasnya
Meskipun Jaffray meninggal pada tanggal 29 Juli 1945 dalam kamp interniran Jepang, warisannya masih hidup dalam gereja-gereja yang didirikannya dan lembaga-lembaga Kristen yang masih aktif hingga hari ini. Pelayanannya telah membawa perubahan besar dalam masyarakat Indonesia dan menjadi contoh bagi misionaris lainnya.
Robert A. Jaffray adalah seorang misionaris yang luar biasa yang telah membawa perubahan besar dalam masyarakat Indonesia. Pelayanannya yang penuh semangat dan dedikasi telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah kekristenan di Indonesia. Kita dapat belajar dari pengalaman dan pelayanan Jaffray untuk menjadi lebih efektif dalam melayani Tuhan dan masyarakat. [×]













