Ketua Umum Senior GMKI: PIKI Harus Jadi Pengarah Moral dalam Perjalanan Bangsa
Jakarta – Ketua Umum Pengurus Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) menegaskan bahwa Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) perlu mengambil peran sebagai pengarah moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan William saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) masa bakti 2026–2031 di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5).
Dalam sambutannya, William menyampaikan bahwa GMKI dan PIKI memiliki keterkaitan historis yang kuat karena lahir dari semangat perjuangan yang sama, yakni pengabdian kepada gereja dan bangsa Indonesia.
Menurut dia, GMKI yang berdiri pada 9 Februari 1950 dan PIKI yang lahir pada 19 Desember 1963 merupakan bagian dari perjalanan panjang kontribusi umat Kristen dalam pembangunan nasional.
Ia juga mengingatkan peran penting tokoh nasional yang menjadi salah satu pendiri PIKI dan memiliki kontribusi besar dalam perjalanan awal Republik Indonesia.
“Hal itu menunjukkan bahwa PIKI dan GMKI merupakan bagian dari sejarah bangsa dan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar William.
Selain menyoroti aspek sejarah, William mengapresiasi pesan yang disampaikan Ketua Umum , , yang mengajak PIKI menjadi garam dan terang dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut William, pesan tersebut mengandung makna bahwa organisasi intelektual Kristen perlu hadir sebagai kekuatan moral yang menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kepentingan masyarakat luas.
“PIKI diharapkan dapat menjadi pengarah moral dalam perjalanan bangsa serta ikut menjaga nilai-nilai demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PIKI periode 2026–2031, , menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya yang bertajuk Melangkah dengan Harapan yang Kokoh, Maruarar menekankan pentingnya persatuan dan soliditas internal sebagai modal utama dalam menjalankan peran organisasi.
“Kita harus kompak terlebih dahulu. Persatuan menjadi fondasi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara,” ujar Maruarar.
Ia mengatakan PIKI akan mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Selain itu, PIKI juga berkomitmen membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemikiran serta kontribusi bagi pembangunan nasional.
Maruarar menargetkan kepengurusan PIKI dapat terbentuk di seluruh 38 provinsi dan sedikitnya 300 kabupaten/kota pada awal 2028.
Pelantikan DPP PIKI turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Dalam Negeri , Menteri Agama , Kepala Badan Komunikasi Pemerintah , serta Direktur Eksekutif , .
Sejumlah tokoh nasional juga masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan PIKI periode 2026–2031, antara lain , , , dan .
Menutup sambutannya, William menyatakan PNPS GMKI bersama kader dan senior GMKI siap mendukung kepengurusan baru PIKI dalam menjalankan program-program organisasi ke depan.
Ia berharap sinergi antara PIKI dan GMKI dapat terus diperkuat guna memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
“Semangat pengabdian ini harus terus dijaga agar PIKI dan GMKI tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” kata William.













