Ketua DPD RI Mengajak Masyarakat Jawa Timur Ikut Mengawasi Proses Pendistribusian Minyak Goreng

Han_up2000
IMG 20220304 WA0126
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Surabaya-Pelita Nusantara.com- AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur ikut serta dalam mengawasi proses pendistribusian minyak goreng di pasar-pasar tradisional. Hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan resesnya di Jawa Timur, Jumat (4/3/2022).

Sampai saat ini memang Indonesia sedang mengalami kelangkaan minyak goreng. Oleh karena itu LaNyalla, menyatakan bahwa pengawasan bersama penting dilakukan agar tak terjadi penyelewengan. Ia pun juga mengajak masyarakat untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib jika ada yang mencurigakan terkait dengan penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng tersebut.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Mari kita awasi dengan seksama dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada hal-hal mencurigakan,” tegasnya.

Khususnya di Jawa Timur, ada sekitar 3.500 ton minyak goreng yang akan disalurkan ke para pedagang di pasar tradisional di 17 kabupaten/kota.

Untuk itu, LaNyalla meminta agar masyarakat ikut serta melakukan pengawasan secara ketat sehingga tidak terjadi kasus penyalahgunaan kewenangan serta menekan terjadinya salah penyaluran.

Senator asal Jawa Timur itu meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar benar-benar memastikan sinergi di antara unsur-unsur dan elemen yang terlibat. Tujuannya agar minyak goreng yang disalurkan bisa sampai pada tangan yang berhak, seperti para pedagang kaki lima, tukang gorengan, warteg, katering, ibu rumah tangga, tukang cemilan dan lain-lain yang membutuhkan.

Pria kelahiran 1959 itu juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghilangkan kebiasaan berebutan barang dan bertransaksi tertib.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan berebut barang dan semua orang yang bertransaksi di pasar tertib tanpa harus berebutan minyak goreng. Saya juga mengingatkan agar masyarakat turut mengawasi pendistribusian minyak goreng ini,” ingat LaNyalla.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan 3.500 ton minyak goreng yang diperuntukkan bagi para pedagang pasar tradisional di 17 Kabupaten/Kota di Jatim.

Selanjutnya, para pedagang diharuskan menjual langsung minyak goreng kepada konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET) bagi minyak goreng dengan kemasan premium  yaitu Rp14.000 per liter. Langkah ini dilakukan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan minyak goreng, sekaligus menstabilkan harga komoditas tersebut.

Adapun 17 kabupaten/kota ini di antaranya, untuk jenis minyak goreng premium Lentera didistribusikan ke Kabupaten Tulungagung, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan Kota Probolinggo. Sedangkan, minyak goreng jenis Rakyat akan didistribusikan di  Kabupaten Tuban, Kediri, Lamongan, Pacitan dan Trenggalek.(A. L. Malo)

KETERANGAN FOTO : Ketua DPD RI saat meninjau salah satu gerai UMKM di Jakarta terkait ketersediaan bahan kebutuhan pokok, beberapa waktu lalu.(*)