Kementerian Agama Jadikan Pesparawi Nasional XIV Sebagai Wadah Penguatan Karakter dan Persatuan Bangsa

IMG 20260602 WA0110
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kementerian Agama Jadikan Pesparawi Nasional XIV Sebagai Wadah Penguatan Karakter dan Persatuan Bangsa

Jakarta, 2 Juni 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Agama terus memperkuat peran kegiatan keagamaan sebagai instrumen pembangunan karakter bangsa. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni mendatang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Tidak sekadar menjadi agenda seni dan budaya gerejawi, Pesparawi tahun ini diarahkan sebagai wadah pembinaan mental, spiritual, dan kebangsaan bagi ribuan peserta yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Peluncuran resmi rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV dilakukan di Jakarta dan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung, unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat, tokoh gereja, serta panitia nasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai agama, toleransi, dan kepedulian sosial memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga masa depan Indonesia.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Melalui Pesparawi, kita ingin memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pesparawi Nasional XIV diperkirakan akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai kategori lomba paduan suara dan musik gerejawi yang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi gereja di Indonesia.

Namun di balik kompetisi tersebut, terdapat misi yang lebih luas. Kementerian Agama ingin menjadikan Pesparawi sebagai ruang pembelajaran tentang pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, dan berbagai latar belakang budaya membutuhkan ruang-ruang perjumpaan yang mampu memperkuat rasa kebangsaan. Pesparawi dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana yang penuh persaudaraan.

Selain itu, penyelenggaraan tahun ini juga mengusung semangat pelestarian lingkungan. Panitia akan menerapkan sejumlah kebijakan ramah lingkungan selama kegiatan berlangsung sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kelestarian alam.

Direktur Jenderal Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa Pesparawi merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang memiliki dampak sosial yang luas.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kualitas seni musik gerejawi, tetapi juga mempererat hubungan antarumat, memperkuat toleransi, serta memperkokoh semangat persatuan nasional.

Pemilihan Papua Barat sebagai tuan rumah juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan kegiatan nasional. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat setempat.

Manokwari, yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan kekristenan di Tanah Papua, akan menjadi titik temu berbagai ekspresi budaya Nusantara yang dipersatukan melalui musik, iman, dan semangat kebangsaan.

Melalui Pesparawi Nasional XIV, pemerintah berharap lahir energi positif yang mampu memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan memperteguh komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi