Insiden Kekerasan di Sungai Muara Pahu, Korban Terjun ke Sungai Selamatkan Diri

IMG 20260122 WA0024
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Insiden Kekerasan di Sungai Muara Pahu, Korban Terjun ke Sungai Selamatkan Diri

Kutai Barat – Sebuah insiden kekerasan di atas tongkang terjadi di wilayah perairan Sungai Mahakam di Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Minggu, 19 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Peristiwa ini menyebabkan satu orang korban harus terjun ke sungai demi menyelamatkan diri dari ancaman senjata tajam.

Korban diketahui bernama Dedy mi Bu Irawan, warga asli Muara Pahu. Ia menceritakan bahwa kejadian bermula saat aktivitas “ngasis” (kegiatan sandar/operasional kapal)

khairunisa

Menurut Dedy, awalnya Kapal TB khairunisa 38 memanggil melalui radio komunikasi dan menyebut nama komando, tempat korban bekerja. Setelah sempat berpindah saluran radio, pihak kapal korban kembali memanggil TB Khairunisa 38 untuk memastikan status agen dan izin merapat.

Namun, situasi tiba-tiba memanas. Tanpa adanya pembicaraan atau klarifikasi lebih lanjut, kapal TB khairunisa 38 mendekat dan salah satu awaknya, berinisial Ali, langsung naik ke kapal korban dan melakukan pemukulan terhadap Dedy.

“Saya sempat melawan, tapi dia mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan mengarahkannya ke perut saya. Karena takut nyawa saya terancam, saya langsung mengambil keputusan terjun ke sungai,” ujar Dedy saat di wancara media pelita Nusanta

Tidak hanya Dedy, rekannya Achmadi juga menjadi korban pemukulan di bagian kepala oleh pelaku yang sama. Pelaku bahkan sempat hendak mengambil papan kayu untuk kembali memukul Ahmadi, namun berhasil dicegah oleh Ari Hermawan, kapten kapal korban, yang melerai kejadian tersebut.

Setelah aksi penyerangan itu, pelaku disebut masih sempat menantang korban untuk menempuh jalur hukum sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Korban Diselamatkan Rekan
Dedy yang terjun ke sungai berhasil diselamatkan oleh Ahmadi dan Ari Hermawan. Beruntung, tidak ada luka serius yang dialami korban, meskipun peristiwa tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Usai kejadian, ketiga korban langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Muara Pahu. Saat ini, kasus telah ditangani lebih lanjut oleh Polres Kutai Barat, dan terduga pelaku dilaporkan telah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Dedi berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara serius dan adil.

“Harapan saya, proses hukum berjalan seadil-adilnya. Ini sudah menyangkut nyawa, karena ada ancaman senjata tajam,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmadi juga berharap hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Saya berharap pihak kepolisian menindak tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku. Hukum harus berjalan,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara dialog dan sesuai prosedur hukum, khususnya dalam aktivitas operasional di perairan. Aparat diharapkan dapat menuntaskan perkara ini guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Muara Pahu dan sekitarnya.