Kutai Barat – Pelita Nusantara – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Sidang DPRD Kabupaten Kutai Barat saat Rapat Pleno Masa Sidang I Tahun 2025 digelar untuk menyimak bersama Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, SH, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si., jajaran TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, 25 anggota DPRD, organisasi perempuan, ormas, hingga berbagai elemen masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan bukan hanya seremoni, tetapi juga ruang untuk menyerap arah kebijakan nasional.
DPRD Siap Kawal Agenda Nasional
Usai rapat, Ridwai menegaskan sikap DPRD Kutai Barat yang akan mendukung penuh program prioritas Presiden. Menurutnya, daerah tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus sejalan dengan arah pembangunan pusat.
“Kedaulatan pangan, pendidikan, hingga penguatan sektor pertanian, semua ini harus kita dukung bersama. Intinya, apa yang menjadi program Presiden dan Wakil Presiden, kami siap mengawalnya di tingkat daerah,” ujar Ridwai,Jumat 15/08/2025.
Meski demikian, ia menyoroti program Sekolah Rakyat yang dinilai kurang sesuai diterapkan di Kutai Barat. Menurutnya, jumlah anak usia sekolah di wilayah ini relatif sedikit karena keberhasilan program keluarga berencana.
“Kalau dipaksakan, sekolah itu justru kekurangan murid. Lebih baik kita optimalkan sekolah yang sudah ada,” tegasnya.
Program Gizi Gratis dan Koperasi Merah Putih
Dalam kesempatan itu, Ridwai juga menekankan pentingnya percepatan realisasi program makan bergizi gratis di sekolah, yang hingga kini belum berjalan maksimal di Kutai Barat.
Selain itu, ia menyambut positif rencana pembentukan Koperasi Merah Putih. Namun, ia mengingatkan perlunya sumber daya manusia yang profesional agar koperasi benar-benar berfungsi, bukan hanya sekadar nama.
“Koperasi ini bagus dan bisa kita jalankan, tapi pengurusnya harus profesional. Kita butuh pelatihan supaya koperasi bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Syukuran Kemerdekaan: Simbol Kebersamaan
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan syukuran kemerdekaan. Ketua DPRD Ridwai memotong tumpeng pertama yang kemudian dibagikan kepada para tamu undangan. Tradisi sederhana itu menjadi simbol eratnya kebersamaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam merawat semangat kemerdekaan.
Rapat pleno ini bukan hanya wadah mendengar pidato Presiden, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya dukungan nyata dari daerah terhadap pembangunan nasional. Dari Kutai Barat, pesan kebersamaan itu pun bergema:
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan?” [MM]













