Dahau ke-26 Resmi Dibuka: Wujud Harmoni Kebersamaan dalam Budaya Kutai Barat

Img 20251025 wa0000
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kutai Barat – Pelita Nusantara – Perayaan Dahau ke-26 Kabupaten Kutai Barat resmi dimulai pada Kamis, 23 Oktober 2025. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dibuka langsung oleh Bupati Kutai Barat. Hadir pula Ketua Panitia Dahau yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, lembaga adat, perwakilan perusahaan, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Img 20251025 wa0002

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Tahun ini, Dahau mengusung tema “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya”. Tema tersebut mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan dan menjaga harmoni sosial melalui nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat gotong royong.

“Keberagaman etnis dan budaya di Kutai Barat adalah kekuatan besar. Dahau menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan kita dalam satu semangat,” ujar FX Sumardi saat diwawancarai Media Pelita Nusantara saptu,25/10/2025

Img 20251025 wa0001

Lebih Kolaboratif dan Melibatkan Semua Lapisan
Berbeda dari tahun sebelumnya yang mencatat rekor MURI menggunakan seraung, tahun ini Dahau menonjolkan penggunaan Tudunk, penutup kepala tradisional zaman bahula, sebagai identitas budaya lokal. Kolaborasi lintas sektor juga lebih ditekankan dalam penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah, masyarakat, lembaga adat, komunitas, hingga dunia usaha bersama-sama memeriahkan Dahau secara serentak di wilayah masing-masing.

Img 20251025 wa0003

Perayaan berlangsung hingga 5 November 2025 dengan rangkaian kegiatan menarik, seperti:
• Upacara puncak HUT Kutai Barat
• Pawai budaya dan festival seni
• Lomba tradisional
• Pertunjukan musik dan tari daerah
• Pameran UMKM dan ekonomi kreatif
• Kegiatan sosial dan keagamaan
“Dahau bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga momen refleksi perjalanan pembangunan Kutai Barat selama 26 tahun,” ujar Ketua Panitia.

Persiapan Matang dan Tantangan Lapangan
Panitia bekerja melalui koordinasi lintas perangkat daerah serta pelibatan camat, petinggi kampung, dan ormas. Pemerintah juga mengimbau seluruh masyarakat memasang dekorasi khas Dahau untuk menyemarakkan perayaan. Tahun ini, dikenalkan juga maskot bernama SIMADA (Si Macan Dahan), satwa asli Kutai Barat yang kini terancam punah sebagai simbol pelestarian lingkungan.

Meskipun demikian, panitia menghadapi beberapa tantangan seperti akses wilayah yang berjauhan, jaringan internet yang masih terbatas, sumber daya manusia, dan cuaca yang tidak menentu. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan acara tetap berjalan optimal dengan dukungan sponsor dan pihak terkait.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Kutai Barat memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan perayaan ini. Bentuk dukungan terlihat dari koordinasi antarinstansi hingga keterlibatan pemerintah dalam setiap rangkaian kegiatan. Panitia memperkirakan pembukaan Dahau dihadiri ratusan hingga ribuan masyarakat.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Dahau diharapkan menjadi penggerak promosi budaya dan pariwisata Kutai Barat, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal menampilkan karya terbaik mereka. Ini sekaligus menjadi peluang meningkatkan ekonomi kreatif daerah.

“Melalui Dahau, kita angkat kembali kekayaan budaya leluhur agar dikenal lebih luas dan menjadi daya tarik wisata unggulan masa depan,” jelas Ketua Panitia.

Ajakan untuk Seluruh Masyarakat
Mengakhiri wawancara, Ketua Panitia menyampaikan pesan khusus untuk seluruh warga Kutai Barat.

“Mari rayakan Dahau ke-26 dengan penuh sukacita. Jadikan ini momentum mempererat tali persaudaraan, menjaga budaya, dan menumbuhkan semangat bersama membangun Kutai Barat yang harmonis dan berdaya saing.” (MM)