Pesawaran — Dugaan praktik tidak adil mencuat dalam proses rekrutmen tenaga kerja dapur MBG di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Sejumlah warga lokal mengaku telah bekerja sejak tahap awal operasional dapur, namun tidak mendapatkan upah dan justru gagal direkrut saat penerimaan tenaga kerja resmi dibuka.
Kepada media, warga menyebut mereka dilibatkan sebelum pengumuman rekrutmen secara formal. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan empreng dan wadah makan yang akan digunakan dapur MBG.
“Kami sudah bekerja sebelum rekrutmen dibuka. Tapi saat penerimaan resmi, justru banyak warga sekitar tidak diterima,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut keterangan warga, sedikitnya 21 orang masyarakat lokal sempat bekerja hampir satu minggu penuh, namun tidak memperoleh bayaran.
“Kami bekerja hampir enam hari membersihkan empreng dan tempat makan. Tidak ada upah sama sekali,” kata warga lainnya.
Dari 21 Orang, Hanya Segelintir Diterima
Warga mengungkapkan bahwa dari puluhan orang yang telah bekerja sejak awal, hanya 5–6 orang yang akhirnya dinyatakan diterima sebagai tenaga kerja dapur MBG.
“Awalnya kami 21 orang. Yang diterima hanya sekitar 5 atau 6 orang. Sisanya tidak ada kejelasan,” ungkap warga.
Selain tidak menerima upah, warga juga menyebut seluruh kebutuhan selama bekerja ditanggung sendiri.
“Makan bawa sendiri, minum bawa sendiri. Padahal berkas lamaran sudah kami serahkan karena kami sudah bekerja di situ,” tambahnya.
Pertanyaan soal Transparansi Rekrutmen
Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme, transparansi, dan akuntabilitas rekrutmen tenaga kerja dapur MBG. Warga menilai, seharusnya masyarakat sekitar yang telah berkontribusi sejak awal mendapat prioritas, bukan justru tersisih.
Masyarakat mendesak pihak pengelola dapur MBG untuk:
- membuka kriteria dan tahapan rekrutmen secara terbuka,
- memberikan klarifikasi terkait dugaan kerja tanpa upah,
- serta bertanggung jawab atas tenaga warga yang telah dilibatkan sebelum rekrutmen resmi.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi oleh awak media masih terus dilakukan.
Kasus ini menambah daftar sorotan publik terhadap praktik perekrutan tenaga kerja lokal, terutama pada program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas. Warga berharap persoalan ini tidak berakhir tanpa kejelasan dan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Reporter: Tim Ibc













