Jejak Agama Hindu di Nusantara “MPU SANGKULPUTIH”

Ilustrasi Gambar Mpu Sangkalputih (berbagai sumber / Pelitanusantara.com)

Tokoh Hindu Nusantara, Pelitanusantara.com | Setelah Danghyang Markandeya moksah, Mpu Sangkulputih meneruskan dan melengkapi ritual bebali antara lain dengan membuat variasi dan dekorasi yang menarik untuk berbagai jenis banten dengan menambahkan unsur-unsur tetumbuhan lainnya seperti daun sirih, daun pisang, daun janur, buah-buahan: pisang, kelapa, dan biji-bijian: beras, injin, kacang komak. Bentuk banten yang diciptakan antara lain canang sari, canang tubugan, canang raka, daksina, peras, panyeneng, tehenan, segehan, lis, nasi panca warna, prayascita, durmenggala, pungu-pungu, beakala, ulap ngambe, dan lain Рlain . Banten dibuat menarik dan indah untuk menggugah rasa bhakti kepada Hyang Widhi agar timbul getaran-getaran spiritual. Di samping itu beliau mendidik para pengikutnya menjadi sulinggih dengan gelar Dukuh, Prawayah, dan Kabayan. Beliau juga pelopor pembuatan arca/pralingga dan patung-patung Dewa yang dibuat dari bahan batu, kayu, atau logam sebagai alat konsentrasi dalam pemujaan Hyang Widhi tidak kurang pentingnya, beliau mengenalkan tata cara pelaksanan peringatan hari Piodalan di Pura Besakih dan pura-pura lainnya, ritual hari-hari raya : Galungan, Kuningan, Pagerwesi, Nyepi, dll. Jabatan resmi beliau adalah Sulinggih yang bertanggung jawab di Pura Besakih dan pura Рpura lainnya yang telah didirikan oleh Danghyang Markandeya.

Ditambahkan oleh Bhagawan Dwija, Sangkulputih juga menjadi nama gelar Pemangku Agung di Besakih, karena dalam babad ada banyak nama Sang Kulputih misalnya :

  • ¬†Mpu Sweta Wijaya bergelar Sang Kuldewa,¬†
  • anak-anak lelakinya bernama¬†
  • Mangku Sang Kulputih,¬†
  • Sang Kulputih, dan¬†
  • Wira Sang Kulputih (yang sebelumnya bernama¬†Dukuh¬†Sorga).¬†

Mengingat ketiga Sang Kulputih ini hidup pada generasi ke 3 setelah Panca Tirta, maka bisa diduga bahwa Ida Manik Angkeran dari generasi ke-4 Panca Tirta menggantikan generasi ke 3 dengan gelar Sang Kulputih juga. Ketika walaka Ida Manik Angkeran mengawini putri Dukuh Belatung. demikianlah Riwayat Mpu Sangkalputih yang di ambil dari berbagai Literasi (berbagai sumber / Pelitanusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *