Pelitanusantara.com Kertawardhana, juga dikenal sebagai Raden Cakradhara atau Bhre Tumapel, adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Majapahit. Ia lahir pada tahun 1300 M di Majapahit dan menjadi Bhre Tumapel ke-1 di Singhasari pada tahun 1328-1386 M.
Kertawardhana adalah putra Adwayawarman (Adwayadwaja) dan Dara Jingga (Indreswari). Ia memiliki beberapa saudara, termasuk Raja Adwaya Adityawarman, Arya Kenceng, Arya Belog, Arya Sentong, dan Arya Kutawandira.
Kertawardhana menikah dengan Tribhuwana Wijayatunggadewi, Ratu Majapahit pertama, melalui sayembara. Pernikahan ini menghasilkan dua anak, yaitu Prabu Hayam Wuruk dan Rajasaduhiteswari Dyah Nartaja (Bhre Pajang I).
Kertawardhana memenangkan sayembara untuk menikahi Tribhuwana, menunjukkan keberanian dan kebijaksanaannya. Ia digambarkan sebagai sosok bijaksana dalam mengelola hukum dan memajukan kemakmuran rakyat dan negara.
Dalam Kakawin Nagarakretagama, Mpu Prapanca menggambarkan Kertawardhana sebagai sosok yang “Mahir mengemudikan perdata, bijak dalam segala kerja.” Ini menunjukkan bahwa Kertawardhana memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dan dapat memajukan negara.
Kertawardhana wafat pada tahun 1386 M di Trowulan, Majapahit, dan dimakamkan di Candi Sarwa-Jayapurwa, Desa Japan, Pasuruan. Ia meninggalkan warisan yang baik bagi anak-anaknya dan negara Majapahit.
Dengan demikian, Kertawardhana dapat dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Majapahit yang memiliki peran besar dalam memajukan negara dan keluarga.
Dari berbagai sumber
