7 Partai Non Parlemen Berkoaliasi pada Pilbub Banyuwangi 2020

Kefaspelita
FlyerMaker 13022020
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Banyuwangi – Pelitanusantara.com | Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi Pada Pesta Demokrasi 2020 Sebanyak tujuh partai politik (parpol) peraih 7,5 persen suara sah pada Pemilu 2019 bersepakat untuk berkoalisi dan menggalang kekuatan Dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Banyuwangi periode 2021-2026 tersebut.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ketujuh parpol itu adalah bagian dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 yang belum berhasil mengirimkan wakilnya menjadi anggota DPRD Banyuwangi. Mereka diantaranya adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda). Selain itu, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Beringin Karya (Berkarya), dan Partai Amanat Nasional (PAN) .

Meski demikian, secara keseluruhan, tujuh parpol tersebut berhasil meraih 67.611 dukungan rakyat Banyuwangi. Angka ini setara dengan 7,25 % suara sah seluruh parpol di Bumi Blambangan.

Dan tujuh parpol tersebut kini sepakat “BERSATU”. menjadi Satu Kekuatan Koalisi dalam wadah “Aliansi Partai Non Parlemen Banyuwangi” (APNPB). Kepengurusan pun telah terbentuk. Ketua DPD Perindo Khairul Falah ditunjuk menjadi Ketua APNPB. Posisi sekretaris aliansi dipercayakan kepada Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banyuwangi Gilang Fajar Ramadan. Sedangkan posisi bendahara dan wakil bendahara masing-masing ditempati Ketua DPC PBB Agus Iskandar dan ketua DPD Berkarya Hartono.

Sedangkan tiga ketua parpol lain didaulat sebagai dewan pembina APNPB. Mereka adalah ketua DPC PKPI Iqbal Baraas sebagai anggota dewan pembina bidang hukum, ketua DPD PAN Sugiarto sebagai dewan pembina bidang politik, serta ketua DPC Garuda Yusuf Hidayat sebagai anggota dewan pembina bidang sosial, organisasi, dan hubungan antar lembaga.
Ketua APNPB Khairul Falah mengatakan, aliansi tersebut dibentuk sebagai wadah parpol non parlemen untuk turut berkontribusi dalam Pilbup 2020. Apalagi, sejarah pernah mencatat bahwa parpol non parlemen pernah sukses mengantarkan calon yang diusung, yakni Ratna Ani Lestari, melenggang menjadi bupati. “Kali ini, kami pun membuka ruang diskusi dan penjajakan bagi siapa pun yang berniat maju menjadi calon bupati. Termasuk bakal calon yang ingin maju dari jalur independen,” ujarnya.

Khairul menambahkan, selain dengan bakal calon bupati independen, pihaknya juga membuka ruang untuk berkoalisi mengusung cabup dengan parpol lain. “Kita punya jaringan dan mesin politik yang siap bekerja maksimal hingga di tingkat desa,” pungkasnya. (EKo)