Bogor – Perayaan Sejit YM. Kwan Sing Tee Kun 2025 di Kuil Ciu Lung Wang, Kabupaten Bogor, berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juli 2025. Acara ini dimeriahkan dengan doa dan pentas budaya yang menampilkan semangat kebersamaan dan kekhidmatan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan Persembahyangan Umum Sejit YM. Kwan Sing Tee Kun yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 24.00 setiap harinya. Kegiatan ini diiringi dengan doa bersama bagi kemakmuran dan keselamatan bangsa. Menurut Ketua Panitia Acara, Oka, “Kami berdoa bukan hanya untuk umat di sini, tetapi juga untuk negara agar aman, makmur, dan sejahtera. Ini bagian dari semangat keagamaan kami untuk saling mendoakan.”
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan Gambang Kromong Cahaya Mustika yang berlangsung selama tiga hari penuh. Pada Sabtu (19/7), atraksi seni budaya seperti Wushu dari Ekayana Ehipasiko School BSD dan Liong serta Barongsai ikut menyedot perhatian warga yang memadati area sekitar. Oka menjelaskan bahwa “Barongsai bukan hanya hiburan, tapi sudah menjadi simbol tradisi yang dipercaya dapat membawa keberuntungan serta menolak bala. Karena itu barongsai juga sering hadir saat peresmian atau pembukaan usaha.”
Perayaan Sejit YM. Kwan Sing Tee Kun 2025 ini juga menjadi contoh nyata dari kerukunan antarumat beragama. Oka menyebutkan bahwa kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk umat Buddha, masyarakat sekitar, pemuda, aparat desa, dan perwakilan dari agama lain. “Bukan hanya umat Buddha, tapi juga masyarakat sekitar, pemuda, aparat desa, dan perwakilan dari agama lain pun hadir. Ini bentuk nyata dari kerukunan antarumat beragama yang luar biasa di lingkungan kita,” tutur Oka.
Sebagai penutup, Oka menegaskan bahwa visi perayaan ini adalah untuk mengajak umat dan masyarakat agar terus berubah ke arah yang lebih baik—baik nasib, keberuntungan, maupun kehidupan secara spiritual dan sosial. “Kita ingin jadi manusia yang lebih kuat secara rohani dan sosial. Rutinitas tahunan ini akan terus kami lestarikan,” pungkasnya.
Peliput: Vickent Highlander
Editor: Romo Kefas
