Kecamatan Kademangan Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Tahun 2025

hdevananda2016
IMG 20250717 WA0001
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com: Kademangan, Kota Probolinggo – Dalam upaya serius percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Kademangan, Camat Gofur Effendy, ST., M.Si., menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Stunting Tahun 2025. Acara yang bertempat di Aula Kantor Camat Kademangan ini dibuka secara resmi oleh Camat Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (16/7/2025) pagi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, ini berfungsi sebagai sarana evaluasi dan pemantauan pelaksanaan pendampingan keluarga di tingkat kecamatan, dengan merujuk pada Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana Tahun Anggaran 2025.

Hadir dalam kegiatan ini berbagai pemangku kepentingan, antara lain Koordinator Balai Keluarga Berencana Kecamatan Kademangan, Retno Yulianingrum, S.KM., Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo, dari Fraksi Golkar, H Amir Mahmud, Komisi 1 Fraksi PKS, Syaiful Rohman, Ketua TP-PKK Kecamatan Kademangan, Ny. Ilul Funarsih Gofur, Lurah Kelurahan Ketapang, Erwan Wicaksono, S.H., perwakilan PKK Kecamatan Kademangan, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan se-Kecamatan Kademangan.

Koordinator (PKB) Kecamatan Kademangan menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga dan mencari solusi strategis dalam percepatan penurunan stunting. Disoroti adanya penurunan kinerja dalam pelaksanaan tugas TPK di masing-masing Kelurahan. Oleh karena itu, diharapkan agar para petugas TPK dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas di lapangan, terutama dalam pendampingan terhadap:

1. Ibu hamil yang memiliki riwayat anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), dan risiko 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat Jarak Kehamilan, Terlalu Banyak Anak).

2. Calon pengantin (Catin).

3. Bayi di bawah dua tahun (Baduta).

4. Ibu pasca salin.

Sebagai kesimpulan dan upaya ke depan, Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kecamatan Kademangan Tahun 2025, ini menghasilkan beberapa poin penting:

1. Meningkatkan sosialisasi pentingnya pencegahan stunting di masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkunjung ke Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB).

3. Melakukan pendataan, pendampingan, dan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) pada ibu hamil secara lebih intensif.

4. Mencari solusi tepat untuk mengumpulkan remaja agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

5. Meningkatkan komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada calon pengantin (Catin).

6. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan pada kader.

7. Melakukan perbaikan aplikasi pendukung kegiatan.

8. Meningkatkan koordinasi dan evaluasi hasil pendampingan untuk mendapatkan intervensi yang tepat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan upaya penurunan stunting di Kecamatan Kademangan dapat berjalan lebih efektif dan mencapai target yang diharapkan. (And)