MENYERAHKAN DIRI KEDALAM TANGAN TUHAN

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.”
Mazmur 63:2

Saat Teduh,Pelitanusantara.com | Pencobaan dan penderitaan menjadi warna dalam perjalanan kehidupan kita, Tuhan kerap kali membawa kita melewati lembah yang kelam, sambil menantikan respon kita, apakah kita masih tetap mengasihiNya atau malah menyalahkanNya? Sebenarnya melewati lembah yang kelam ataupun gunung yang tinggi, kasih setia Tuhan tidak pernah berubah dan hidup yang kita jalani semata hanya karena kemurahan dan anugerah Tuhan saja. Maka sikap yang tepat ketika kita mengalami pencobaan dan penderitaan adalah hati yang tetap mengucap syukur dan mengasihiNya, sebab apapun yang kita hadapi tidak akan pernah dapat menghalangiNya untuk tetap menunjukkan cintaNya kepada kita.

Beranilah untuk percaya kepada Tuhan yang menyediakan segala yang terbaik bagi kehidupan kita! Dan ini dimulai dengan pengenalan akan Tuhan. Sama seperti Daud yang mengenal siapa Tuhannya, sehingga ia memiliki kerinduan yang dalam yang lahir dari roh, jiwa dan tubuhnya yang sama-sama menyatu menginginkan Tuhan. Tidak ada pertentangan antara roh, jiwa dan tubuh dalam mencari dan mendapatkanNya. Kelekatan kita kepada Tuhan merupakan penundukan diri dari roh, jiwa dan daging kita kepada kerja kuasa Roh KudusNya yang ada di dalam kita.

Ketika pengenalan akan Tuhan memenuhi hati kita, dan penyerahan total ada di dalam diri kita, yang akan keluar sebagai pujian kepadaNya, sama seperti yang Daud katakan: “Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu.” (Mazmur 63:5). Memuji Tuhan tidak dibatasi oleh waktu, kondisi dan situasi yang kita hadapi, kita harus menjadi orang yang tidak terkalahkan oleh apapun yang sedang terjadi, dan tetap kita memperlihatkan bahwa apapun yang menimpa kita, tetap Tuhan adalah bagian terbaik kita, yang terutama dalam hidup kita. Tetap percaya bahwa Tuhan adalah Allah Bapa bertanggung jawab atas hidup kita.

Dalam pengenalannya akan Tuhan, Daud juga mengalami pergumulan, namun ia tidak mengeluh, tetapi katanya: “sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.” (Mazmur 63:8). Mengapa ia mampu berkata demikian? Karena dimasa sukarpun ia menikmati Tuhan dan katanya: “Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.” (Mazmur 63:9). Bahkan dengan iman yang kokoh ia katakan: “Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.” (Mazmur 63:3-4)

Jadilah kuat, dan inginkanlah Tuhan dengan kehausan dan kelaparan yang terus menerus ingin dipenuhi. Hari-hari ini menjadi masa yang sulit bagi hampir setiap orang, tapi bagi anak-anakNya ini adalah kesempatan untuk mencari Tuhan lebih lagi. Dan waktu untuk membuktikan kepadaNya bahwa kita percaya kepadanya bahkan di dalam badai yang paling hebat sekalipun.

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati

Pdt. Sylvia Supangkat, MPM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *