Jangan Biarkan Asumsi Menghancurkanmu: Berani Bertanya dan Membangun Pemahaman

IMG 20250708 WA0108

Pelitanusantara.com Bayangkan kamu sedang berjalan di jalan yang gelap, dan tiba-tiba kamu melihat bayangan yang menyeramkan. Kamu langsung berpikir bahwa itu adalah monster yang siap menerkammu. Tapi, ketika kamu mendekat, ternyata itu hanya temanmu yang sedang bermain-main dengan cahaya.

Asumsi bisa jadi seperti itu – membingungkan dan menghancurkan. Kita seringkali membuat asumsi tentang orang lain atau situasi tanpa memiliki informasi yang lengkap. Dan, seperti bom waktu, asumsi bisa meledak dan menghancurkan hubungan kita dengan orang lain.

Terkadang, dengan dasar asumsi tanpa disertai bukti dan fakta, kita berani menghakimi dengan sangat kejam. Ini dapat menyebabkan kesalahpahaman, konflik, dan bahkan kerusakan hubungan yang tidak dapat diperbaiki.

Seperti yang tertulis dalam Matius 7:1-2, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi.” Kita harus berusaha untuk tidak menghakimi orang lain tanpa bukti dan fakta yang cukup, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam situasi tersebut.

Jadi, mari kita berani bertanya dan meminta klarifikasi. Jangan biarkan asumsi menghancurkan potensi kita untuk menjadi lebih baik dan lebih bijak. Dengan melakukan ini, kita dapat membangun jembatan pemahaman dan menghindari kesalahpahaman yang dapat merusak hubungan kita dengan orang lain.

Seperti yang tertulis dalam Amsal 18:13, “Menjawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaan.” Kita harus berusaha untuk mendengar dan memahami sebelum membuat penilaian atau asumsi.

Oleh Kefas Hervin Devananda [Romo Kefas – AL]