Webinar sesi ke-5 STT Excelsius dan STAK Anak Bangsa: “Pedidikan Karakter dan Penggunaan Alat peraga”

 

Pelitanusantara.com | Webinar sesi 5 (terakhir) “Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Covid”, pada Kamis, 25 Februari 2021 pukul 17.00-20.30, yang diselenggarakan oleh STT Excelsius dan STAK Anak Bangsa seperti webinar sebelum-sebelumnya, sangat menggembirakan, semakin tajam dan lengkap menemukan berbagai solusi belajar anak usia dinia era Covid-19. Moderator seminar ini Vera Bura dari Surabaya.

Robita Sembiring, M.Th “Memperkuat Karakter Anak” mengatakan bahwa pendidikan karakter harus fokus pada nilai-nilai, seperti: rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, adil, dan membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa cara untuk menjalankannya: menjadi teladan, menerima kekurangan mereka, jangan membandingkan anak dengan anak lain, menjadi pendengar yang baik, membatasi sceen time, mempercayaka tanggung jawab, menunjuk empati.

“Untuk mendidik dan menjaga seorang anak dibutuhkan peran orangtua, masyarakat, sekolah dan juga pemerintah. Jika anak gagal maka semua orang dewasa di sekitarnya adalah kumpulan masyarakat yang gagal, “ ujarnya menajamkan solusi-solusi yang diberikannya.

Rebika Yuhanita, S.S. “Alat Peraga Pembelajaran di Masa Covid-19” mengatakan bahwa alat peraga identik dengan kreativitas. Setiap pengajar wajib mempunyai kemampuan berkreatif. Kreatif itu kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Kreatif itu aktivitas imaginatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai.

“Alat peraga bukan hanya hasil dari kreatifitas (semula tidak ada menjadi ada), tetapi juga hasil dari made (Realisasi dalam bentuknyata yang dicoba, diuji, dan dievaluasi),

Fashoned (dilengkapi, ditambahi dan penyempurnaan), dan formed (disusun, dibentuk, dan dipelihara sebagai alat peraga),” ujarnya dengan lebih rinci.

 Akhirnya webinar 5 ini menutup rangkaian webinar yang diadakan selama lima minggu ini, yang bertujuan untuk memberi sumbangsih mencari solusi persoalan-persoalan pendidikan Anak Usia Dini Era Covid-19. Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dan Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa di Surabaya sudah memulaikan dan diharap berbagai pihak institusi pendidikan melakukannya. ***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *