Pelitanusantara.com Dalam liputan sejarah yang terbentang luas, Sunan Kalijaga, salah satu anggota Walisongo, muncul sebagai tokoh sentral yang membawa perubahan besar dalam penyebaran Islam di Indonesia. Lahir pada tahun 1450 Masehi dan wafat pada tahun 1592 Masehi, Sunan Kalijaga meninggalkan warisan yang tak terlupakan bagi masyarakat Jawa dan Nusantara.
Menurut Naskah Mertasinga, sebuah dokumen sejarah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan kultural, Sunan Kalijaga menikahi empat wanita yang cantik dan berani, yaitu Nyi Undi, Dewi Sarah, Dewi Sarokah, dan Syarifah Zainab. Dari keempat istri-istri itulah nantinya Sunan Kalijaga memperoleh keturunan yang akan membawa perubahan besar dalam sejarah Nusantara.
Nyi Undi: Cinta yang Berakhir dengan Kesedihan
Nyi Undi, istri pertama Sunan Kalijaga, merupakan simbol cinta yang tak terbalas. Meskipun mereka menikah di Cirebon, namun perkawinan mereka berakhir dengan perceraian. Naskah Mertasinga menggambarkan kesedihan yang mendalam yang dialami oleh Sunan Kalijaga setelah perceraian tersebut. Meskipun demikian, Sunan Kalijaga tidak memperoleh keturunan dari pernikahannya dengan Nyi Undi.
Dewi Sarah: Ibu dari Sunan Muria, Sang Penyebar Islam
Dewi Sarah, putri Maulana Ishaq, merupakan istri kedua Sunan Kalijaga yang membawa perubahan besar dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Dari hasil perkawinannya dengan Dewi Sarah, Sunan Kalijaga memperoleh tiga orang anak, yaitu:
- Umar Sai’d (Sunan Muria), sang penyebar Islam yang gigih dan berani
- Dewi Ruqayyah, putri yang cantik dan berhati lembut
- Dewi Sofiah, putri yang cerdas dan berani
Dewi Sarokah: Ibu dari Ratu Pembayun, Sang Permaisuri
Dewi Sarokah, yang diduga sebagai putri Sunan Gunung Jati, merupakan istri ketiga Sunan Kalijaga yang membawa perubahan besar dalam sejarah Nusantara. Meskipun dalam catatan Sejarah Cirebon tidak ditemukan nama Dewi Sarokah sebagai salah satu putri Sunan Gunung Jati, namun dari hasil pernikahannya dengan Dewi Sarokah, Sunan Kalijaga memperoleh lima orang anak, yaitu:
- Ratu Pembayun, sang permaisuri yang cantik dan berani
- Nyai Ageng Panegak, putri yang cerdas dan berhati lembut
- Sunan Hadi, putra yang gigih dan berani
- Raden Abdurrahman, putra yang cerdas dan berhati lembut
- Nyai Ageng Ngerang III (Ayu Panengah), putri yang cantik dan berani
Syarifah Zainab: Ibu dari Nyai Ratu Mandoko, Sang Permaisuri
Syarifah Zainab, putri Syekh Siti Jenar, merupakan istri keempat Sunan Kalijaga yang membawa perubahan besar dalam sejarah Nusantara. Dari pernikahan Sunan Kalijaga dengan Putri Syekh Siti Jenar, beliau memperoleh satu orang anak, yaitu Nyai Ratu Mandoko, yang merupakan ibu dari Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya dari Pajang.
Dalam tinjauan sejarah, keturunan Sunan Kalijaga memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Dengan demikian, artikel ini dapat memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga Sunan Kalijaga dan peranannya dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.
Sumber:
- Naskah Mertasinga: Dokumen sejarah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan kultural
- Sejarah Cirebon: Catatan sejarah yang menggambarkan kehidupan Sunan Kalijaga dan keturunannya
- Catatan Sejarah Tradisional tentang Walisongo: Dokumen sejarah yang menggambarkan peran Walisongo dalam penyebaran Islam di Indonesia
[÷]













