Wali Santri Ma’had Alzaytun Melalui Kuasa Hukumnya Melaporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Ke Polda DIY

yupiterjogja
Img 20230703 164554
Spread the love

YOGYAKARTA- PN NEWS, Wali Santri Ma’had Alzaytun melalui kuasa hukumnya Sutadi,SH.,MH , melaporkan terkait pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, fitnah atau menyebarkan berita bohong terhadap para santri Ma’ had Alzaytun yang beredar melalui media sosial, ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (3/7/2023).

Kuasa hukum , dan Wali Santri, seusai laporannya kepada pihak Polda DIY, kepada media mengatakan, kami datang menghadap ke Reskrimumum kemudian ke Ditreskrimsus Polda DIY yang diterima IPTU Tri Hartanto, untuk melaporkan terkait ujaran pencemaran nama baik dan ujaran kebencian kepada para santri Ma’had Alzaytun melalui media soaial , yang kini beredar luas dan meresahkan.

Dari hasil pertemuan tersebut, kami peroleh keterangan dari IPTU Tri Hartanto, Ditreskrimsus Polda DIY bahwa laporan kami belum bisa diterima, dengan alasan sesuai kesepakatan (SK tiga menteri) bahwa yang berhak melaporkan hal tersebut adalah institusi pendidikan atau pimpinan lembaga yang bersangkutan (Pimpinan Alzaytun) Indramayu-Jawa Barat.

Intinya, laporan kami belum bisa diterima oleh Polda DIY, karena kasus berada diluar DIY, untuk itu kami akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut, ujar kuasa hukum para Santri.

Menurut Sutadi,SH.,MH, bahwa pasal yang diduga , dilanggar adalah UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik.

Sementara itu, Supriyadi Wali Santri asal Yogyakarta, salah satu Wali Santri yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, bahwa informasi yang telah beredar di media sosial membuat para santri merasa resah, merasa tertekan dan minder karena dalam Informasi yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan atau fitnah.

Lebih lanjut Wali Santri ini menuturkan, bahwa dalam informasi yang beredar di media sosial ada bahasa-bahasa fitnah (pencemaran nama baik) kepada para Santri , kami mohon untuk di putihkan oleh yang menyebarkan atau mengembalikan omongannya, bahwa itu tidak benar, karena informasi ini sudah tersebar luas, baik nasional dan internasional, hal ini dikuatirkan oleh para santri , mereka merasa akan di Cap masyarakat seperti yang disampaikan oleh penyebar fitnah di medsos.ujarnya.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!