Waktu-Nya Hampir Tiba

...”Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”…Matius 26:18

SaatTeduh, Pelitanusantara.com | Ketika kita membaca dan mencoba perhatikan makna yang terdalam dari ucapan Tuhan Yesus kepada pemilik rumah sebagaimana yang disampaikan-Nya melalui murid-murid-Nya…bahwa waktu-Nya hampir tiba artinya adalah waktu kematian-Nya, yang di tempat lain juga disebut sebagai saat-Nya …Yoh. 8:20; 13:1. Waktu atau saat itu telah ditetapkan menurut rencana Allah, ke mana hati-Nya melekat, dan yang telah sering Ia bicarakan. Dia tahu kapan waktu-Nya hampir tiba, dan karena itulah Ia sibuk mempersiapkannya. Kita tidak mengetahui waktunya …Pkh. 9:12, dan karena itu kita tidak boleh lengah sedikit pun. Bagi kita selalu ada waktu Yoh. 7:6,dan karena itu kita harus selalu siap, karena waktu-Nya hampir tiba, Dia ingin merayakan Paskah, saat kita tahu bahwa ambang kematian sudah mendekat, kita harus menjadi lebih giat lagi dalam menggunakan setiap kesempatan bagi jiwa kita.

Apakah waktu kita hampir tiba dan kekekalan sudah di ambang pintu? Kalau begitu marilah kita merayakan perjamuan dengan roti yang tidak beragi, yaitu dengan ketulusan hati. Saat Tuhan Yesus datang ke rumah orang baik ini, Dia memberitahukan kepadanya sebuah pengetahuan, bahwa waktu-Nya hampir tiba. Dan ini rahasia Kristus dibukakan kepada mereka yang hatinya menyenangkan Dia …Yoh. 14:21; Why. 3:20. Katakan kepadanya, di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah. Hal ini menunjukkan wewenangnya sebagai Sang Guru, yang sepertinya diakui oleh si pemilik rumah tersebut. Dia tidak meminta, tetapi memerintah, untuk memakai rumah orang itu untuk melaksanakan maksud-Nya. Karena itulah, saat Kristus melalui Roh-Nya masuk ke dalam hati, Ia menuntut untuk dibiarkan masuk, sebagai Pemilik hati tersebut, dan Dia tidak dapat ditolak.

Dia dapat masuk sebagai seseorang yang memiliki segala kuasa dalam hati tersebut dan tidak dapat dihalang-halangi. Jika Dia berkata, “Aku akan merayakan pesta dalam jiwa si Anu,” Dia akan melakukannya, karena saat Dia bekerja, tidak seorang pun dapat menghalangi-Nya. Umat-Nya akan bersukacita menerima-Nya, karena Ia yang membuat hati mereka demikian. Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku. Ingat di mana pun Kristus disambut, Dia ingin murid-murid-Nya juga diperlakukan demikian. Saat kita menerima Allah sebagai Allah kita, kita menerima pengikut-Nya sebagai saudara kita juga. Artinya semua pengikut atau orang percaya adalah saudara kita yang memiliki Kristus sebagai Penebus dan pemilik hidup kita…selamat hari raya jumat Agung menuju kemenangan didalam kebangkitan Kristus. Tuhan Yesus memberkati…

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *