Wakil Walikota Bekasi Menghimbau Agar Masyarakat Tidak Mudik

Pelitanusantara.com | Bekasi, 5 Mei 2021 | Bapak Wakil walikota Bekasi, Dr Tri Adhianto, Menghimbau untuk seluruh masyarakat kota Bekasi mematuhi aturan dan anjuran pemerintah untuk tidak mudik pada tahun ini.
Tentu saja kebijakan ini diambil oleh pemerintah sebagai langkah antisipatif atas meluasnya kasus pandemik Covid-19 yang tengah melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari keputusan Kementerian Perhubungan yang telah menerbitkan PERMEN Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021 tentang Pengendalaian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19.

Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan pemetaan dan penyekatan pada titik-titik perbatasan untuk mencegah arus mudik. Sedikitnya ada tujuh titik perbatasan utama yang akan disekat dengan penjagaan ketat oleh petugas gabungan.
“Penjagaan di setiap jalur akan dilakukan dengan petugas gabungan dari pemerintah maupun kepolisian. Sudah kita petakan jalurnya, dan akan kami lakukan penyekatan,” kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Bapak Teguh Indrianto, Jumat (23/4/2021).

Tujuh titik penyekatan dalam rangka kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 ini dilakukan di perbatasan Kota/Kabupaten Bekasi, DKI Jakarta, dan Bogor.

Kota Bekasi kerap kali menjadi jalur perlintasan para pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya pengendara motor.

Adapun titik penyekatan utama, di antaranya patung garuda Harapan Indah Medan Satria, Sumber Artha Kalimalang, Jalan Siliwangi Bantargebang, Bulak Kapal Bekasi Timur, Pintu Tol Bekasi Barat, dan Pintu Tol Bekasi Timur. “Selain jalan utama, penyekatan juga dilakukan di jalur tikus menuju Pantura,” lanjut Bapak Teguh Indrianto.

Seluruh titik penyekatan akan dijaga petugas gabungan TNI, Polri, dan Dishub Kota Bekasi. Para petugas akan menghalau masyarakat yang kedapatan hendak mudik ke kampung halaman. (Pst.harts)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.