WAFATNYA PANGERAN CIREBON

Kefaspelita
1713000895 Ed0069790a85c7723929
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Carita Purwaka Caruban Nagari mencatat bahwa Pangeran Cirebon (Manggana Jati) lahir berbarengan dengan masa pensiunnya KI Danusela sebagai Kuwu Cirebon, karena dalam kitab ini dikisahkan setelah pensiun Ki Danusela pindah ke Cirebon Girang sambil mengasuh cucunya Pangeran Cirebon.

Sementara itu, menurut catatan yang lainnya, Pangeran Cirebon itu lahir ketika Pangeran Cakrabuana sudah sepuh, dimana seluruh anak Pangeran Cakrabuana pada mulanya perempuan, karena itu Pangeran Cakrabuana menikahkan anak perempuan tertuanya (Nyai Pakungwati) dengan keponakannya (Sunan Gunung Jati) dan selanjutnya mengangkat keponakannya menjadi Pemimpin Cirebon pengganti dirinya, akan tetapi selepas ini Pangeran Cakrabuana justru mempunyai anak lagi, yaitu anak laki-laki satu-satunya yang dinanti-nanti.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Adapun mengenai wafatnya Pangeran Cirebon ini diceritakan dalam Naskah Mertasinga. Menurut Naskah ini, bahwa selepas Pangeran Kejaksaan (Syarif Abdurahim) wafat yang menjadi Jaksa di Kesultanan Cirebon adalah Putra Pangeran Cakrabuana. Akan tetapi ketika menangani penjahat yang mengamuk di Waringin Pitu, Putra Pangeran Cakrabuana yang ikut meringkus penjahat tersebut wafat tertusuk oleh senjata dari penjahat. Putra Pangeran Cakrabua dalam Naskah ini juga bergelar Pangeran Kejaksaan sama seperti Syarif Abdurahim, karena sama-sama menjabat sebagai Jaksa. Setelah wafat Putra Pangeran Cakrabuana yang satu ini dimakamkan di Plangon, Sumber.

Oleh : Sejarah Cirebon