Hasil Survey Etos Indonesia Institute,Tri Ardhianto Unggul.

  • Bagikan

 

Bekasi, 5 April 3021 – Pelitanusantara.com | Menurut hasil survey Etos Indonesia Institute bahwa Wakil Walikota Bekasi, Dr. Tri Adhianto berada di posisi pertama dengan angka 27 persen, yang kemudian disusul Choiruman Putro sebesar 14 persen, lalu Ade Puspita Sari sebesar 11 persen, dan Zainul Miftah sebesar 10 persen.

Dalam survei tahap I tahun 2021 oleh Etos Indonesia Institute. “Ini merupakan survei popularitas bakal calon wali kota Bekasi,” kata Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah, di Jakarta, Minggu.

“Dari survei yang kami himpun, dari tingkat popularitas sejumlah nama, Tri Adhianto Tjahyono mendapat 27% suara responden, diikuti oleh Ade Puspita Sari dengan 11% suara responden, Choiruman Putro dengan 14% suara responden, dan Zainul Miftah dengan 10% suara responden. Sisanya seperti Tahapan Bambang Sutopo, Heri Koswara, dan Eko Setyo Pramono mendapat suara di bawah 10 persen,” kata Iskandarsyah dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Dia menegaskan walaupun pilkada serentak tidak jadi dilakukan tahun 2024, rencana akan dilakukan survei akan terus secara berkala tiga bulan sekali dan akan dipublikasikan untuk publik. Iskandarsyah menegaskan survei itu tidak memihak kepada salah satu kandidat tertentu.

Dalam survei diukur Descriptive Belief atau keyakinan yang menjadi latar belakang atau pengalaman langsung pemilih untuk memilih calon wali kota berdasar kinerja Pemerintahan Kota Bekasi. Kemudian Inferential Belief atau siapa wali kota yang paling dikenal untuk melihat seberapa kuat seorang tokoh yang diinginkan rakyat untuk menjadi wali kota di kota Bekasi.

 

Adapun survei dilakukan pada 12 sampai dengan 27 Maret 2021 dengan sampel 600 responden di seluruh Kota Bekasi.

Jumlah sampel yang didapat 584 responden. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan Confidential Interval plus minus 1,27 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Para responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden.

Metode Survei dilakukan melalui teknik wawancara mendalam (in depth interview) dipandu dengan meteri kategorial sebagai data domain, seperti yang tercantum dalam tabel Domain dan Taxonomic Analysis.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 30 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Juga quality control secara random sebesar 60 persen responden lewat telpon. Responden yang baru selesai wawancara dilaporkan ke supervisor untuk dikonfirmasi.

Survey masih akan diadakan kembali, dan tentu saja masih bisa berubah urutan-urutan nama dari yang ada sekarang, ujar Iskandarsyah. (Pst.harts)

 

  • Bagikan