Tuhan sedang merevitalisasi Gereja-Nya

…”Oleh karena itu Aku akan membalas di dalam kemurkaan-Ku. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepada-Ku dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka.”…Yeh 8:18

Saat Teduh,Pelitanusantara.com | Kondisi saat ini terkait dengan kasus CORONA Membuat banyak kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa hal ini bisa terjadi bahkan gereja harus ditinggalkan dan kembali pada apa yang dikehendaki-Nya sebab tanpa di sadari seringkali kita memiliki sikap yang salah saat kita datang untuk memuji dan menyembah Tuhan sehingga ibadah sepertinya tidak mendapatkan sesuatu bahkan kecendrungan terjadi kekeringan didalam kerohanian kita inilah yang terjadi. Apa yang menjadi gambaran sebagaimana yang di alami Yehezkiel dia dipersatukan oleh penglihatan akan kemuliaan Tuhan yang bergerak meninggalkan bait Allah di Yerusalem. Seorang laki-laki yang dilihat Yehezkiel ayat 2, dan perhatikan Yeh. 1:26-28 dimana Roh yang membawa dirinya agar dapat melihat apa yang terjadi di balik tembok kokoh rumah Tuhan (Bait Allah). dan inilah Inti penglihatan sudah dinyatakan sejak awal, yaitu “berhala cemburuan, yang menimbulkan cemburu” Tuhan.

Dalam penglihatannya itu, disingkapkanlah kenajisan yang masuk mengotori rumah Tuhan tersebut. Betapa najisnya tempat itu diperlihatkan dengan isi maupun kegiatan yang dilakukan di situ. pertanyaannya apa yang menjadi pusat penyembahan kita ketika kita berada di rumah Tuhan dalam peribadatan?…apakah berhala dari berbagai kenajisan yang membuat cemburu Tuhan? Seperti beribadah hanya senang dengan hambaTuhan, bahkan hamba Tuhan atau pendeta dijadikan sosok yang lebih dari pada Tuhan itu sendiri, atau suka2nya kita sehingga menambah kekejian ibadah di bait-Nya.

Gambaran yang di sampaikan oleh Yehezkiel untuk menyebut tempat Ibadah yaitu *Tempat Kudus* adalah. semua yang ada didalamnya kudus dan menjadi milik Tuhan yang tidak boleh dihadirkan kenajisan apapun, *Rumah Tuhan* adalah tempat tinggal-Nya dibumi sehingga kehadiran berhala sebagai tamu yang tidak diundang dan *Baithnya Tuhan* tempat dimana TUHAN berkuasa yaitu tempat Maha Kudus-Nya sehingga jika ada kenajisan maka dianggap sebagai suatu upaya pemberontakan terhadap kekudusan-Nya…Terkait dengan tubuh kita adalah bait Allah yang kudus seperti 1Kor. 3:16; 6:19. Tuhan memiliki hak-Nya atas hidup kita. Kristus sudah memberi tubuh-Nya dibinasakan agar tubuh kita kembali kudus dan layak menerima kehadiran Roh Allah. Jangan biarkan dosa kembali menajiskan diri kita, karena itu yang membuat Tuhan tidak mendengar doa kita…Tuhan Yesus memberkati..

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *