BAC Perkuat Infrastruktur Pendingin Data Center di Indonesia, Deltamas Jadi Salah Satu Episentrum Proyek

asad123ali
Project data center cooling tower CGK 1 (2)

Jakarta — Pertumbuhan industri data center di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir melaju sangat cepat, didorong oleh lonjakan kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan digitalisasi layanan publik maupun swasta. Di balik setiap fasilitas data center berskala besar yang beroperasi 24 jam nonstop, terdapat satu elemen krusial yang jarang disorot publik namun menentukan keandalan operasional secara keseluruhan: sistem pendingin atau heat rejection equipment.

Dalam ekosistem inilah nama Baltimore Aircoil Company (BAC) menjadi salah satu pemain global yang paling diperhitungkan. Sebagai produsen peralatan pendingin evaporatif — mulai dari cooling tower, closed circuit cooler, hingga hybrid cooler — BAC telah lama menjadi rujukan utama industri data center, manufaktur, dan HVAC di seluruh dunia. Di Indonesia, teknologi dan produk BAC dipasarkan serta didukung secara resmi melalui datacentercooling.id, platform distributor resmi yang berfokus pada solusi pendinginan untuk fasilitas data center dan industri kritikal lainnya di Tanah Air.
Project data center cooling tower CGK 1 (2)

Peran Strategis Distributor Resmi di Tengah Booming Data Center

Berbeda dengan peralatan industri pada umumnya, sistem pendingin data center menuntut presisi rekayasa yang sangat tinggi. Kegagalan sistem pendinginan sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada uptime server, yang pada akhirnya memengaruhi layanan digital jutaan pengguna. Karena itu, keberadaan distributor resmi yang memahami spesifikasi teknis, proses instalasi, hingga pemeliharaan jangka panjang produk BAC menjadi sangat vital bagi para pengembang dan operator data center di Indonesia.

Melalui halaman portofolio proyeknya di datacentercooling.id/project, dapat dilihat bagaimana unit-unit BAC — mulai dari seri Hybrid Cooler HXV3, closed-circuit cooler FXV3, hingga Compass Series dan open-circuit XES3E — telah dipasang di berbagai fasilitas data center strategis di kawasan Jabodetabek. Beberapa proyek yang tercatat antara lain:

Project data center cooling tower CGK 1 (1)

  • GAIA CGK 1 di Bekasi, yang menggunakan 16 unit BAC HXV3-1426-T36T0660 Hybrid Cooler sebagai peralatan hybrid closed-loop heat rejection.
  • DAMAC JKT-01 di Jakarta Selatan, mengandalkan 10 unit BAC FXV3-1426-36D-100 untuk kebutuhan closed-loop heat rejection pada infrastruktur pendinginan data center.
  • IRIS 2 di Bekasi, dengan 12 unit BAC Compass Series CPSC-1424-14 berkonfigurasi square-type, crossflow, open-circuit.
  • BDX Phase 3 di Jakarta, menggunakan unit BAC FXV3-1224-24D-30 sebagai closed-circuit heat rejection equipment.
  • PDG Data Center di Cibitung, yang mengaplikasikan BAC Series 3000 XES3E-1222-10N-2 sebagai open-circuit heat rejection equipment.

Ragam proyek tersebut menunjukkan fleksibilitas lini produk BAC dalam menjawab kebutuhan pendinginan yang berbeda-beda, tergantung skala fasilitas, iklim mikro lokasi, hingga preferensi desain mekanikal dari masing-masing pengembang data center.

Deltamas: Kawasan Industri yang Bertransformasi Jadi Kawasan Data Center

Salah satu kawasan yang mengalami transformasi signifikan sebagai simpul data center baru di Indonesia adalah Deltamas, kawasan industri terpadu yang terletak di Cikarang, Bekasi. Lokasinya yang strategis — dekat dengan jalur tol utama, pasokan listrik industri yang stabil, serta konektivitas jaringan backbone nasional — membuat Deltamas menjadi salah satu lokasi favorit bagi pengembang data center hyperscale maupun colocation.
Project data center cooling tower CGK 1 (1)

Di kawasan inilah sejumlah proyek instalasi cooling tower berskala besar tengah berjalan, dengan PT ZI-Techasia (ZTA) sebagai salah satu kontraktor yang mengerjakan proyek instalasi mekanikal untuk fasilitas pendinginan data center. Proses instalasi cooling tower di Deltamas umumnya berlangsung melalui beberapa fase pekerjaan yang saling berkesinambungan: pekerjaan struktur dasar dan dudukan unit, tahap piping dan penyambungan jalur perpipaan, hingga fase yang paling menantang secara teknis — pengangkatan unit cooling tower menggunakan crane ke posisi rooftop, yang pada beberapa proyek mencapai ketinggian lebih dari 100 meter dari permukaan tanah.

Setiap fase pekerjaan ini menuntut koordinasi ketat antara tim lapangan, kontraktor mekanikal, hingga prinsipal produk seperti BAC, guna memastikan unit yang terpasang berfungsi sesuai spesifikasi desain sejak hari pertama beroperasi. Kompleksitas inilah yang menjadikan pengalaman kontraktor lokal yang telah terbiasa menangani proyek data center — seperti yang dijalankan oleh PT ZI-Techasia di kawasan Deltamas — menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengembang.

Mengapa Pemilihan Produk dan Distributor Resmi Sangat Menentukan

Bagi pengembang data center, memilih peralatan heat rejection bukan sekadar soal spesifikasi kapasitas pendinginan (dalam satuan ton refrigerasi atau kW), tetapi juga menyangkut faktor jangka panjang seperti efisiensi konsumsi air dan energi, ketahanan material terhadap korosi di iklim tropis, kemudahan pemeliharaan, hingga ketersediaan suku cadang resmi.

Di sinilah peran distributor resmi seperti datacentercooling.id menjadi krusial. Selain menyediakan produk asli BAC dengan garansi resmi, distributor semacam ini umumnya juga memberikan dukungan teknis mulai dari tahap desain sistem, simulasi termal, pengawasan instalasi, hingga layanan purnajual dan pemeliharaan berkala — sebuah rangkaian layanan yang sulit didapatkan jika unit dibeli melalui jalur non-resmi.
Hxv3 data center cooling tower

Tren ke depan menunjukkan bahwa kebutuhan akan sistem pendinginan data center di Indonesia akan terus meningkat, seiring rencana investasi sejumlah operator data center global maupun lokal untuk membangun fasilitas baru di kawasan Jabodetabek, termasuk perluasan kapasitas di Deltamas, Cikarang, dan sekitarnya. Kolaborasi antara prinsipal teknologi global seperti Baltimore Aircoil Company, distributor resmi seperti datacentercooling.id, serta kontraktor mekanikal berpengalaman seperti PT ZI-Techasia, diproyeksikan akan menjadi kombinasi kunci dalam memastikan pertumbuhan industri data center Indonesia berjalan seiring dengan keandalan infrastruktur pendinginannya.

Informasi lebih lanjut mengenai lini produk, spesifikasi teknis, serta portofolio proyek BAC di Indonesia dapat diakses melalui datacentercooling.id dan halaman portofolio proyek di datacentercooling.id/project.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi publik seputar perkembangan industri data center dan infrastruktur pendinginan di Indonesia.