TRENGGALEK – Beberapa pekan ini Kabupaten Trenggalek diguyur hujan lebat hingga mengakibatkan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah. Hal itu tentu berpotensi adanya serangan penyakit Demam Berdarah (DB).
Dalam musim penghujan, serangan Demam Berdarah tentu menjadi hal yang sangat berbahaya bagi masyarakat. Seperti yang dikatakan Saeroni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, bahwa serangan Demam Berdarah pada wilayah rawan banjir dan longsor akan terjadi.
“Kami melihat adanya potensi serangan Demam Berdarah pada wilayah yang terkena banjir dan tanah longsor. Sebab genangan air dari sisa banjir itu sangat berpotensi munculnya nyamuk AEDES AEGYPTI yang sangat berbahaya” kata Saeroni melalui pesan singkat. Minggu (16/10/2022).
Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan akan melakukan antisipasi terhadap serangan Demam Berdarah seperti melakukan PSN dirumah masing-masing dan lingkungan sekitarnya minimal seminggu sekali sampai dengan menyemprot gas fogging sesuai indikasi pada area yang rawan.
“Langkah kami dalam antisipasi serangan DBD dengan menyemprot gas fogging. Selain dari pada itu Dinas Kesehatan juga menghimbau masyarakat untuk selalu membersihkan genangan – genangan air saat musim penghujan” ujar Saeroni
Dari Keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, saat ini wilayah dengan kasus DBD yang tinggi yakni, Kecamatan Trenggalek, Tugu dan Kecamatan Pogalan.
“Maka dari itu kami selalu memberi edukasi terhadap masyarakat untuk melaksanakan PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk)” imbuhnya.
Sementara untuk penyelidikan epidemiologi bagi penderita DBD terus dilakukan secara bertahap.
“Dari data wilayah atau jumlah penduduk yang terserang DBD kita bisa tahu seberapa besar tingkat potensi serangan DBD, dan kita lakukan fogging secara bertahap” pungkasnya.
(MJ Pelita Nusantara)























