Tak Ada Mangga, Pengunjung Festival Dapat Kemacetan Berjam-jam!

IMG 20200821 WA0030
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

 

Jayapura – Pelitanusantara.com | Hasrat hati ingin mendapat dan menikmati makan mangga sebanyak-banyaknya. Namun keinginan itu sirna, lantaran 5 ribu mangga golek, yang dijanjikan pantia penyelenggara tak ada wujudnya.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Malah kemacetan berjam-jam, didapat para pengunjung Festival Mangga Golek Dormena, kalah mereka hendak meningalkan Kampung Dormena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis 20 Agustus 2020.

Kemacetan itu dirasakan para pengunjung festival, lantaran ruas jalan raya yang menyempit, juga badan jalan yang berlombang, serta perbukitan yang terjal, dan lahan parkir yang tak memadai. Sehingga kemacetan pun tak bisa terindahkan.

Kemacetan itu terjadi, lantaran padatnya pengunjung yang berbondong-bondong datang ke festival mengunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Kemacetan dari padatnya kendaraan milik para pengunjung festival baru bisa terurai, pada sekitar pukul 09:00 WIT atau jam sembilan malam. Setelah kurang lebih 9 jam, terjebak kemacetan.

Salah satu pengunjung Festival Manga Golek Dormena, warga Arso 2 Kabupaten Keerom, Mama Yolanda, kepada wartawan mengatakan, ia bersama suami, anak-anak dan keluarganya, datang untuk mengikuti
Festival Mangga Golek, di Kampung Dormena.

Kedatangan mereka ingin melihat dan makan mangga gratis, sebagaimana janji panitia penyelenggara lewat iklan yang mereka sampaikan di media itu. Tapi janji itu “tipu”. Karena tidak ada wujud 5 ribu mangga, yang dijanjikan itu.

“Kami kecewa, dengan janji panitia penyelenggara festival, tentang ada tersedia 5 ribu mangga golek, untuk dimakan gratis. Tapi saat kami datang, tidak ada wujud 5 ribu mangga. Panitia penyelenggara telah melakukan pembohongan publik. Karena wujud 5 ribu mangga, yang dijanjikan makan gratis tidak ada,” kata ibu tiga anak itu, dengan nada kesal.

Sebutnya lagi, sudah tidak ada mangga, pulangnya kena macet.

“Kami pakai mobil, dan mobil yang kami pakai, kami parkir di Kampung Wambena, baru kami jalan kaki ke Kampung Dormena, sekitar 2 kilo, jaraknya. Karena banyaknya mobil pengunjung yang ke festival mangga golek Dormena,” ujar Mama Yolanda, warga Kerom itu. (Richard/Pelitanusantara.com)