Sikapi Insiden di Wilayah DIY, Forkopimda Sleman Berkomitmen Jaga Kondusifitas.

yupiterjogja
Img 20230607 Wa0058
Spread the love

SLEMAN – PN NEWS, Insiden, kericuhan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang melibatkan simpatisan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Minggu (4/6) lalu, mendapat perhatian Pemkab Sleman.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Sleman bersama dengan Forkopimda Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Pengurus Cabang PSHT Kabupaten Sleman, Selasa (6/6/2023) malam, bertempat di Ruang Rapat Sembada Kantor Sekretariat Kabupaten Sleman.

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyesalkan terjadinya konflik tersebut.

Wakil Bupati Sleman menghimbau semua pihak terkait untuk memperhatikan dan mematuhi sabda/pesan Sri Sultan Hamengkubuwana X, dalam menyikapi peristiwa beberapa hari yang lalu, yaitu dengan mengedepankan laku sarèh, sabar dan mawas diri serta senantiasa menggelorakan semangat bebrayan-paseduluran.

Segala permasalahan maupun kesalah-pahaman dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat dengan dilandasi nilai-nilai dan prinsip musyawarah-mufakat.

Danang Maharsa juga menyebutkan Pemda Kabupaten Sleman bersama Forkopimda Sleman beserta seluruh mitra Pemerintah, berkomitmen untuk menjaga kondusifitas di wilayah Sleman dengan memperkuat koordinasi.

Komitmen yang sama juga disampaikan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PSHT, Arie Sujito. Ia menyampaikan warga PSHT di Sleman pada khususnya dan DIY pada umumnya berkomitmen untuk menjaga kondusifitas wilayah dan menurunkan ketegangan yang terjadi saat ini.

PSHT DIY telah secara resmi memohon maaf kepada seluruh masyarakat DIY atas insiden yang terjadi.

Kami juga terus menghimbau warga PSHT dari luar DIY untuk tidak perlu datang ke DIY dan mempercayakan semua penyelesaian kasus kepada aparat yang berwenang, jelasnya.

Arie Sujito menambahkan, bahwa pihaknya akan mematuhi dhawuh Ngarsa Dalem untuk meredam situasi dan mengutamakan prinsip bebrayan-paseduluran.

Meskipun insiden kericuhan tidak terjadi di wilayah Sleman, namun upaya preemtif dan preventif telah dilakukan oleh Aparat Keamanan.

Kapolresta Sleman, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, Sleman menjadi perlintasan utama akses menuju DIY, maka pihaknya terus melakukan upaya preemtif dan preventif sebelum mengambil langkah represif dalam penanganan kejadian apapun.

Langkah antisipasi perlu terus dilakukan, ungkap Kapolresta Sleman. Kami mengapresiasi partisipasi aktif Warga PSHT Sleman yang senantiasa mendukung cipta kondisi wilayah yang aman dan tertib,pungkasnya.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!