Tangerang-Project Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang sedang banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan saat ini, khususnya saat menyambut Implementasi Kurikulum Merdeka. Project Based Learning atau yang disingkat PjBL merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam pengetahuannya dan sekaligus mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan problem solving dan investigasi. PjBL ini tidak hanya fokus pada hasil akhirnya, tetapi penekanannya lebih kepada proses pemecahan masalah yang kemudian menghasilkan sebuah produk. Selain lebih menantang bagi siswa, PjBL dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa melalui keaktifannya dalam mengerjakan sebuah proyek.
Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka yang baru diterapkan pada tahun ajaran baru ini, PjBL disertakan sebagai pendekatan dalam pembelajarannya. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dikatakan beragam, karena dalam Kurikulum Merdeka, guru dapat memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat dari masing-masing peserta didik. Peserta didik akan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.
Dilansir dari www.kurikulum.kemendikbud.go.id, Kurikulum Merdeka dikembangkan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Adapaun karakteristik dari Kurikulum Merdeka, yaitu:
- Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila
- Fokus kepada materi esensial sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain: literasi dan numerasi
- Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik
Untuk mencapai apa yang dimasudkan dalam Kurikulum Merdeka tersebut, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa PjBL merupakan pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajarannya. Maka, sebagai guru harus memahami dan menguasai bagaimana mengimplementasikan PjBL tersebut dalam proses pembeljaran.
Perlu diketahui bahwa PjBL boleh dikatakan sebagai pendekatan yang masih sangat baru, sehingga belum banyak literatur buku yang membahas tentang PjBL, dan bagaimana pendekatan ini memandu para guru untuk merencanakan PjBL yang bermakna.
Untuk itu, dalam semangat menyambut kurikulum Merdeka, The Indonesian Chapter of Christian Education (ICCE) merilis buku “Teori dan Implementasi Project Based Learning” untuk mendukung suksesnya implementasi kurikulum tersebut.
Buku tersebut lahir dari munculnya berbagai pertanyaan para pendidik dalam serangkaian seminar yang dilaksanakan oleh ICCE tentang Kurikulum Merdeka terkait dengan Implementasi Project Based Learning dalam proses pembelajaran. Buku praktis terkait Teori dan Implementasi Project Based Learning dalam pembelajaran belum begitu banyak, sedangkan Kurikulum Merdeka sendiri sudah harus dijalankan pada tahun ajaran baru ini.
Oleh karena itu, buku ini akan menjadi salah satu referensi yang tepat bagi guru untuk mempersiapkan dan mengimplementasikan pendekatan Project Based Learning dengan efektif. Buku ini terdiri dari lima bab yang berisi penjelasan Tentang PjBL, Desain Pembelajaran berbasis Proyek, Manajemen PjBL, Implementasi Pembelajaran PjBL dan Implementasi Lintas Subjek. Isinya lebih banyak pada teori, konsep dan praktis di lapangan agar dapat terimplementasi dengan baik di sekolah.
Kualitas dari buku tersebut tidak perlu diragukan lagi, karena para penulisnya merupakan dosen-dosen yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan dan telah memiliki banyak pengalaman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Adapun penulis buku ini ialah Wiputra Cendana, BSc., S.Pd., M.Pd, Dr. Ashiong P. Munthe, M.Pd., Dr. Pingkan Imelda Wuisan, M.Pd., dan Dr. Khoe Yao Tung, M.Sc., Ed., M.Ed.
Harga prelaunch Rp. 50.000 dari harga normalnya Rp. 60.000 di luar ongkos kirim. Untuk pemesanannya dapat dilakukan melalui link berikut ini .
(A. L Malo)













