SUKOHARJO, PELITANUSANTARA.COM – setelah perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) resmi ditutup secara permanen dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, Ratusan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) berbondong-bondong mengurus BPJS Ketenagakerjaan pada Sabtu (1/3/2025).
Salah satu mantan karyawan yang tak mau diungkap identitasnya mengaku datang untuk mengurus keperluan administrasi pasca-PHK.
“Ini ngurus BPJS Ketenagakerjaan, sekalian diminta mengumpulkan berkas bersama teman-teman,” ujarnya.
Ia mengaku masih terkejut dengan keputusan Sritex yang harus menghentikan operasionalnya dan merumahkan seluruh pekerjanya.
“Ini pabrik besar, banyak kenangan di sini. Teman-temannya baik, sudah kayak saudara sendiri. Sritex ini sudah seperti sawah ladang bagi kami,” ungkapnya dengan wajah dipenuhi kesedihan
Setelah tidak lagi bekerja di Sritex, ia akan berencana merintis usaha kuliner di kampung halamannya, Jumapolo, Karanganyar.
“Insyaallah mau buka usaha es dan warung makan,” katanya.
Terkait pernyataan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sukoharjo yang siap memfasilitasi eks-karyawan Sritex agar bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain, Ia menilai hal itu sebagai solusi yang baik.
“Kalau bisa, ya bagus. Kasihan yang butuh pekerjaan, terutama yang rumahnya jauh. Tapi saya sendiri masih ingin melihat dulu, siapa tahu nanti malah coba kerja lagi,” pungkasnya kepada media [Maryudi]
