Sejarah TAHU, Makanan Legendaris Nusantara

Download (1)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

PN NEWS Tak ada satupun masyarakat kita yang tak mengenal Tahu. Bisa dikatakan bahwa  makanan ini selalu hadir di meja makan kita sebagai lauk-pauk utama. Selain karena kaya akan nutrisi, makanan ini dapat diolah menjadi beragam menu masakan sesuai dengan selera dan kekhasan masing-masing daerah di Indonesia. Tahu sangat populer di seluruh Indonesia, bahkan juga dikenal di luar negeri. Lalu bagaimana asal muasal dari  makanan ini? Dalam tulisan singkat ini, kami akan coba gali sejarah Tahu  dari beragam sumber.

Sejarah Tahu

Tak berbeda dengan tempe, tahu adalah makanan yang juga terbuat dari susu kedelai yang diolah secara fermentasi. Tahu memiliki rasa yang gurih dan nutrisi yang kaya, sehingga menjadi salah satu makanan yang populer di seluruh dunia. Namun, sejarah tahu tidak terlalu jelas dan masih menjadi perdebatan di antara para ahli.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Beberapa sumber menyatakan bahwa tahu pertama kali ditemukan di Tiongkok pada era Dinasti Han (206 SM-220 M). Pada masa itu, kedelai dianggap sebagai tanaman penting dalam pertanian. Kedelai dipanen dan digunakan sebagai pakan untuk ternak. Namun, seseorang tidak sengaja menemukan bahwa ketika air yang digunakan untuk merebus kedelai dicampur dengan cendawan, maka hasilnya adalah blockus putih yang aromanya gurih dan enak. Blockus putih ini akhirnya mengalami fermentasi dan menjadi tahu seperti yang kita kenal saat ini.

Salah satu cerita terkenal lainnya tentang sejarah tahu adalah berasal dari daerah Yogyakarta di Indonesia. Menurut cerita tersebut, tahu pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hari itu melihat kejadian air dari sungai sangat banyak. Air sungai tersebut berwarna putih karena tercemar limbah rumah tangga dan limbah industri. Petani tersebut tidak sengaja memasukkan kedelai ke dalam air putih tersebut dan hasilnya ternyata memproduksi suatu blockus putih yang kemudian menjadi tahu.

Tahu kemudian menyebar ke seluruh wilayah Asia dan Eropa, dengan bantuan para misiwan Katolik yang berasal dari Portugis. Miswan Portugis membawa kedelai ke Jepang dan membantu produksi tahu di Negara tersebut. Kedua produk tersebut akhirnya menjadi sangat populer di Jepang.

Tahu juga dikenal di banyak negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Makanan ini merupakan bagian penting dari budaya oleh banyak orang Asia Tenggara, dengan bahan baku lokal dan berbagai jenis olahan yang berbeda.

Dalam sejarahnya, tahu sering digunakan sebagai alternatif bagi masyarakat vegetarian yang tidak ingin makan daging. Selain itu, tahu juga merupakan sumber protein yang sangat baik bagi orang-orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat, gluten-free, serta vegetarian atau vegan.

Jadi, meskipun asal-usul dan sejarah awal tahu masih menjadi perdebatan tapi tahu tetap menjadi salah satu makanan favorit yang populer dan menjadi bagian penting dalam kebudayaan Asia di seluruh dunia.[÷]