Sarasehan Forum Pembaruan Kebangsaan, Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman

Kefaspelita
IMG 20221012 WA0138
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SLEMAN – Sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan dengan tema ” Upaya Menjaga Persatuan dan Kesatuan dalam Kebhinnekaan ” bertempat di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa ,(11/10/2023)

Acara Sarasehan bersamaan dengan kegiatan Festival Budaya Kepanewonan Mlati Tahun 2022 yang sudah berlangsung beberapa hari lalu dengan tema utama “Kemilau Budaya Negeriku Kuat, Tumbuh Karakter dan Jati Diri Bangsaku”. (9 sd 16/10) mendatang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Sleman Drs H Hery Sutopo., K.R.T Jatiningrat / Romo Tirun SH selaku nara sumber., Ketua FPK Kabupaten Sleman Nurkolis beserta jajaran anggotanya, Penewu Mlati Arifin M. Laws., Kapolsek Mlati Kompol Andhies F Utomo ST, SIK., Ketua KUA Mlati beserta Lurah Se Kepanewonan Mlati, Tokoh Agama dan Masyarakat, Perwakilan dari Linmas, Perwakilan dari Relawan, Perwakilan dari Senkom, Perwakilan dari Banser dan Perwakilan dari Karang Taruna.

Kegiatan diawali dengan Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan Kapanewon Mlati oleh Panewu Mlati, disaksikan Kepala Badan Kesbangpol Sleman.

Susunan Personalia yang diamanatkan pada lampiran Keputusan Panewu Mlati Nomor 27/ Kep. Panewu/ 2022 tentang Forum Pembauran Kebangsaan Kapanewon Mlati berjumlah 10 orang, antara lain : 1. Ahmad Hanafi., 2. Bagus Budi Santosa., 3. Chris Sumaryono., 4. Drs. Nadjmudin, M.Par., 5. Ahmad Somad., 6. Petrus Tua Damesi Jabad., 7. Ni Made Widiarti , 8. Marhum Anthoni , 9. Hamid Tihuruwa , 10. Rina Gunawan.

Panewu Mlati, memaparkan tugas Forum Pembauran Kebangsaan Kapanewon Mlati, adalah membantu tugas Panewu dalam menciptakan kondisi pembauran kebangsaan yang kondusif di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Tujuan tersebut akan tercapai dengan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam suasana yang beraneka ragam suku, budaya, agama, etnis, dan golongan yang sungguh-sungguh, sinergis, dan berkelanjutan. Sementara berkaitan dengan kegiatan Festival Budaya Panewu Mlati menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan suatu wadah keragamaan untuk mempersatukan berbagai elemen masyarakat yang berbeda-beda.

Dengan banyaknya kejadian yang melibatkan dan mengarah ke etis diharapkan dapat berkurang dengan adanya berbagai aktivitas budaya.
Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Drs H Hery Sutopo menyadiri bahwa Sleman memiliki karaktritis dan sudah menjadi hukum Tuhan dan merupakan kota pelajar sehingga memiliki keunikan sebagai Indonesia mini itu ada di Sleman dari sisi Etnis, Budaya, Agama. Pemkab Sleman berupaya memfasilitasi anak bangsa yang cerdas untuk tetap rukun dan damai, berdampingan sehingga dapat menjalankan aktivitas masing-masing dengan sebaik-baiknya. Pemkab Sleman memfasilitasi terbentuknya forum-forum seperti Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dll.

Dengan forum ini segala permasalahan yang menyangkut keragaman ras, suku, etnis, budaya dll dapat diselesaikan dengan baik serta dapat mengantisipasi segala permasalahan yang kemungkinan timbul di masyarakat.

Sementara itu,
K.R.T Jatiningrat, menyampaikan materi dengan tema “Budaya Kraton Ngayogyokarta Hadiningrat “, dikatakan bahwa Sleman ini sangat didambakan karena banyaknya pendatang dari luar, sebagai pelajar karena merupakan pusatnya pendidikan di Yogyajarta , maupun mencari nafkah.

Sehingga tentunya menimbulkan masalah – masalah yang komplek berada di Sleman. Untuk mengatasinya dengan memperkuat budaya.

K.R.T Jatiningrat, menyampaikan, bahwa awalnya Tugu Jogja berujud tugu Golong Gilig yang melambanngkan persatuan dan kesatuan warga, namun oleh Belanda diubah menjadi bentuk yang seperti sekarang, karena penjajah pada waktu itu tidak menginginkan warga Jogjakarta bersatu. Pancasila itu juga sebagai dasar yang dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tuturnya .(Ome)