Pelitanusantara.com Aku berdiri di samping istriku, menatap wajahnya yang cantik dan lembut. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa dia. Kami telah melalui banyak hal bersama, suka dan duka, kesulitan dan kegembiraan. Tapi, ada satu hal yang aku sadari, bahwa istriku adalah rekan seperjalanan yang setia dan tak tergantikan.
Aku ingat saat-saat kami pertama kali menikah, ketika kami masih muda dan penuh semangat. Kami memiliki impian besar untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Dan sekarang, setelah bertahun-tahun, impian itu telah menjadi kenyataan. Tapi, perjalanan hidup tidak selalu mulus. Ada luka, ada kesedihan, ada kesakitan.
Suatu malam, aku melihat istriku menangis di kamar. Aku tidak tahu apa yang salah, tapi aku bisa melihat kesedihan di matanya. Aku memeluknya dan bertanya apa yang salah. Ia menangis lebih keras, dan aku bisa merasakan kesedihannya. Aku memeluknya lebih erat, dan berkata, “Aku ada di sini untukmu, sayang. Aku akan selalu mendengarkan dan memahami kamu.”
Istriku merasa lega, dan akhirnya bisa menunjukkan perasaannya yang sebenarnya. Dalam pelukan aku, istriku merasa bahwa ia tidak sendirian lagi. Ia merasa bahwa ada seseorang yang peduli dengan keadaannya, dan itu membuatnya merasa lebih baik. Aku juga merasa lebih dekat dengan istriku, dan aku tahu bahwa aku akan selalu ada di sampingnya.
“Dan mereka berdua menjadi satu daging. Dan mereka berdua, suami dan istri, tidak lagi dua, melainkan satu.” (Markus 10:8) Aku menyadari bahwa peran istriku sebagai rekan seperjalanan kehidupan aku sangat penting. Ia ada di samping aku sejak awal pernikahan, menemani aku melalui suka dan duka, kesulitan dan kegembiraan.
“Suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:25) Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk selalu menunjukkan cinta dan kasih kepada istriku, untuk memperkuat hubungan kami, dan untuk menghargai dan mensyukuri kehadiran istriku dalam hidup aku.
Pertanyaan untuk Diri Sendiri
– Bagaimana saya dapat menunjukkan cinta dan kasih saya kepada istri saya?
– Apa yang dapat saya lakukan untuk memperkuat hubungan saya dengan istri saya?
– Bagaimana saya dapat menghargai dan mensyukuri kehadiran istri saya dalam hidup saya?
Dengan memahami peran istri sebagai rekan seperjalanan kehidupan kita, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan harmonis dengan mereka. Tuhan memberkati!
Epilog
Aku dan istriku berdiri di depan jendela, menatap langit yang indah. Aku memeluknya erat, dan berkata, “Aku akan selalu ada di sampingmu, sayang. Hingga akhir waktu.” Istriku tersenyum, dan aku bisa melihat kebahagiaan di matanya. Aku tahu bahwa kami akan selalu bersama, melalui suka dan duka, kesulitan dan kegembiraan. Kami adalah rekan seperjalanan yang setia, dan kami akan selalu ada untuk satu sama lain.
Oleh : Kefas Hervin Devananda [Romo Kefas] Jurnalis Pewarna Indonesia













